Kamis, 28 Februari 2019

Agronomi Pertanian


Agronomi adalah suatu ilmu yang mempelajari cara pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungan guna memperoleh produksi yang maksimum. Pengertian tersebut mengandung kerangka acuan yang berisi tiga pengertian pokok:
1.    Lapangan produksi (lingkungan tanaman)
2.    Pengelolaan (manajemen), dan
3.    Produksi maksimum (sebagai hasil proses dua faktor diatas)
Ketiga faktor tersebut masing-masing memiliki unsur-unsur yang secara keseluruhan disebut dengan Unsur-unsur Agronomi. Fokus agronomi adalah lapangan produksi, ia dapat berupa sebidang tanah,bak,pot,gelas plastik dan lain-lain, letak yang alamiah atau bisa juga yang artifisial atau buatan. Sarana agronomi yang bisa menjadi pelngkap lapang adalah sarana teknologi. Misalnya, sarana pengolahan, sarana penyimpanan, dan sarana pengangkutan produks. Sarana juga dapat berbentuk penyuluhan dan kegiatan kelpmpok. Sarana agronomi adalah memaksimalkan produksi, yang mungkin berupa buah,biji,getah dalam satuan kg, ton dan lain-lain. Objek agronomi sebagian besar adalah tanaman. Tetapi tumbuhan pengganggu dapat pula dijadikan objek agronomi, bahkan ternak, ikan, kodok, dan lain-lain.
Pada umumnya tingkat agronomi terkait dengan tingkat pengetahuan petani masa itu. Relevansi demikian berwujud suatu kesadaran untuk melaksanakan tindakagronomi. Tingkat awal dari tindak agronomi  dimulai ketika menetapnya seorang peladang tersebut menanam tanaman secara lebih intensif. Tindakan agronomi yang sudah sempurna ditandai oleh adanya lapangan produksi, pengelolaan yang terencana, memiliki minat untuk mencapa produksi maksimum dengan menerapkan berbagai ilmu dan teknologi. Tingkatan tindakan agronomi berjenjang dari yang sederhana sampai yang maju. Sementara itu tingkat lapang produksi dapat beragam dari yang kotor sampai yang bersih, dan dari yang tradisional sampai pada yang menyerap teknologi maju. Tingkatan tindakan agronomi dicerminkan oleh tingkatan pengelolaan lapang produksi.
Pengelolaan yang paling buruk akan melahirkan hutan, misalnya unit agronomi karet menjadi unit hutan karet. Sebaliknya pengelolaan unit agronomi yang sudah maju, dengan pngelolaan unsur-unsur iklim, air, tanah dan udara yang baik hingga mampu mengeestmasi produk maksimumnya jatuh pada awaktu yang bertepatan dengan jadwal pemasaran menguntungkan. Intensifikasi dalam pengelolaan unit agronomi dikuti oleh meningkatnya sarana agronomi, baik bahan, atauun jasa. Pengelolaan padi yang mengarah pada produksi maksimum akan meningkatkan kebutuhan pada pupuk, obat-obaan, benh unggul, dan jasa.
Tingkat penglolaan dengan sistm pola tanaman tumpang sari atau multiple cropping. Tingkat tindak agronomi, tingkat pengetahuan petani dan penerapan teknologi selalu meningkat sesuai dengan minat petani dan penerapan teknologi  selalu meningkat sesuai dengan minat petani. Dalam hal demikian produk agronomi akan bersifat dinamis. Tindak agronomi yang meningkat akan menghasilkan laju produksi maksimumyang meningkat pula. Tingkatan maksimum dari suatu tindak agronomi ditentukan oleh unsur-unsur genetik dan lingkungan dari objek agronomi. Kedua unsur agronomi tercakup dalam lingkup agronomi.
Aspek agronomi meliputi tga aspek pokok, masing-masing ialah :
1.    Aspek pemuliaan tanaman
2.    Asek fisiologi tanaman
3.    Aspek ekologi tanaman
Ketiga aspek agronomi diatas merupakan suatu gugus ilmu tanaman (crop science) yang langsung berperan terhadap tindak agronomi dan akan terlihat pada roduksi tanaman. Hasil pemuliaan tanaman, misalnya untuk suatu varietas yang memiliki berbagai sifat unggul. Kemungkinan sifat unggulnya sangat tergantung kepada tingkatan tindak agronomi yang dilakukan pada tahap itu. Keunggulan varietas daat terus dikembangkan bila subjek agronomi dapat menguasai berbagai sifat fisologi objeknya. Aspek fisiologi dalam bdang agronomi mencakup segenap kelakuan tanaman dari taraf benih sampai taraf panen, suatu varietas dengan kelakuan dormansi tidak cocok untuk meningkatkan produksi. Dengan pemuliaan tanaman diusahakan mendaat varietas dengan kelakuan dormansi yang lebih menguntungkan. Dormansi benih merupakan kelakuan fisiologi yang adakalanya menguntungkan.
Lingkup agronomi terdiri dari bidangbidang pemuliaan tanaman, teknologi benih, pemanenan, pengolahan, teknik budidaya, pemberantasan hama dan penyakit, pemberantasan gulma dan penyimanan. Masing-masing bidang memiliki tindak agronomi sendiri-sendiri, tetapi semuanya masih berada pada konteks agronomi. Teknologi benih yang mengusahakan benih bermutu tinggi, harus mencakup upaya memperbaiki sifat genetiknya, fisik, maupun fisiologisnya. Benih yang sehat adalah benih yang tidak tercemar oleh benih gulma, tidakpula oleh bekas gigitan serangga berumur genjah. Tegasnya semua lingkup agronomi berada dalam konteks yang padu. Satu sama lain memounyai hubungan yang erat dan timbal balik.


Sumber : Jumin, Hasan Basri.2014.Dasar-Dasar Agronomi.Jakarta:PT RajaGrafindo Persada

Bisnis Kerajinan Tangan

Kerajinan tangan merupakan suatu kerajinan yang dibuat secara sederhana dimana dalam hal ini tidak banyak menggunakan mesin dan memiliki n...