Agronomi
adalah suatu ilmu yang mempelajari cara pengelolaan tanaman pertanian dan
lingkungan guna memperoleh produksi yang maksimum. Pengertian tersebut
mengandung kerangka acuan yang berisi tiga pengertian pokok:
1.
Lapangan produksi (lingkungan tanaman)
2.
Pengelolaan (manajemen), dan
3.
Produksi maksimum (sebagai hasil proses dua
faktor diatas)
Ketiga faktor tersebut masing-masing
memiliki unsur-unsur yang secara keseluruhan disebut dengan Unsur-unsur
Agronomi. Fokus agronomi adalah lapangan produksi, ia dapat berupa sebidang
tanah,bak,pot,gelas plastik dan lain-lain, letak yang alamiah atau bisa juga
yang artifisial atau buatan. Sarana agronomi yang bisa menjadi pelngkap lapang
adalah sarana teknologi. Misalnya, sarana pengolahan, sarana penyimpanan, dan
sarana pengangkutan produks. Sarana juga dapat berbentuk penyuluhan dan
kegiatan kelpmpok. Sarana agronomi adalah memaksimalkan produksi, yang mungkin
berupa buah,biji,getah dalam satuan kg, ton dan lain-lain. Objek agronomi
sebagian besar adalah tanaman. Tetapi tumbuhan pengganggu dapat pula dijadikan
objek agronomi, bahkan ternak, ikan, kodok, dan lain-lain.
Pada umumnya tingkat agronomi terkait
dengan tingkat pengetahuan petani masa itu. Relevansi demikian berwujud suatu
kesadaran untuk melaksanakan tindakagronomi. Tingkat awal dari tindak
agronomi dimulai ketika menetapnya
seorang peladang tersebut menanam tanaman secara lebih intensif. Tindakan
agronomi yang sudah sempurna ditandai oleh adanya lapangan produksi,
pengelolaan yang terencana, memiliki minat untuk mencapa produksi maksimum
dengan menerapkan berbagai ilmu dan teknologi. Tingkatan tindakan agronomi
berjenjang dari yang sederhana sampai yang maju. Sementara itu tingkat lapang
produksi dapat beragam dari yang kotor sampai yang bersih, dan dari yang
tradisional sampai pada yang menyerap teknologi maju. Tingkatan tindakan agronomi
dicerminkan oleh tingkatan pengelolaan lapang produksi.
Pengelolaan yang paling buruk akan
melahirkan hutan, misalnya unit agronomi karet menjadi unit hutan karet.
Sebaliknya pengelolaan unit agronomi yang sudah maju, dengan pngelolaan
unsur-unsur iklim, air, tanah dan udara yang baik hingga mampu mengeestmasi
produk maksimumnya jatuh pada awaktu yang bertepatan dengan jadwal pemasaran
menguntungkan. Intensifikasi dalam pengelolaan unit agronomi dikuti oleh
meningkatnya sarana agronomi, baik bahan, atauun jasa. Pengelolaan padi yang
mengarah pada produksi maksimum akan meningkatkan kebutuhan pada pupuk,
obat-obaan, benh unggul, dan jasa.
Tingkat penglolaan dengan sistm pola
tanaman tumpang sari atau multiple
cropping. Tingkat tindak agronomi, tingkat pengetahuan petani dan penerapan
teknologi selalu meningkat sesuai dengan minat petani dan penerapan
teknologi selalu meningkat sesuai dengan
minat petani. Dalam hal demikian produk agronomi akan bersifat dinamis. Tindak
agronomi yang meningkat akan menghasilkan laju produksi maksimumyang meningkat
pula. Tingkatan maksimum dari suatu tindak agronomi ditentukan oleh unsur-unsur
genetik dan lingkungan dari objek agronomi. Kedua unsur agronomi tercakup dalam
lingkup agronomi.
Aspek agronomi meliputi tga aspek pokok,
masing-masing ialah :
1. Aspek
pemuliaan tanaman
2. Asek
fisiologi tanaman
3. Aspek
ekologi tanaman
Ketiga
aspek agronomi diatas merupakan suatu gugus ilmu tanaman (crop science) yang langsung berperan terhadap tindak agronomi dan
akan terlihat pada roduksi tanaman. Hasil pemuliaan tanaman, misalnya untuk
suatu varietas yang memiliki berbagai sifat unggul. Kemungkinan sifat unggulnya
sangat tergantung kepada tingkatan tindak agronomi yang dilakukan pada tahap
itu. Keunggulan varietas daat terus dikembangkan bila subjek agronomi dapat
menguasai berbagai sifat fisologi objeknya. Aspek fisiologi dalam bdang
agronomi mencakup segenap kelakuan tanaman dari taraf benih sampai taraf panen,
suatu varietas dengan kelakuan dormansi tidak cocok untuk meningkatkan
produksi. Dengan pemuliaan tanaman diusahakan mendaat varietas dengan kelakuan
dormansi yang lebih menguntungkan. Dormansi benih merupakan kelakuan fisiologi
yang adakalanya menguntungkan.
Lingkup
agronomi terdiri dari bidangbidang pemuliaan tanaman, teknologi benih,
pemanenan, pengolahan, teknik budidaya, pemberantasan hama dan penyakit,
pemberantasan gulma dan penyimanan. Masing-masing bidang memiliki tindak
agronomi sendiri-sendiri, tetapi semuanya masih berada pada konteks agronomi.
Teknologi benih yang mengusahakan benih bermutu tinggi, harus mencakup upaya
memperbaiki sifat genetiknya, fisik, maupun fisiologisnya. Benih yang sehat
adalah benih yang tidak tercemar oleh benih gulma, tidakpula oleh bekas gigitan
serangga berumur genjah. Tegasnya semua lingkup agronomi berada dalam konteks
yang padu. Satu sama lain memounyai hubungan yang erat dan timbal balik.
Sumber : Jumin, Hasan Basri.2014.Dasar-Dasar Agronomi.Jakarta:PT RajaGrafindo Persada