Minggu, 06 Oktober 2019

MATERI 7 : MEMBUAT RENCANA USAHA (BUSINESS PLAN

BAB 7 RANCANG USAHA MU MEMBUAT RENCANA USAHA (BUSINESS PLAN) A. Informasi Dasar Nama usaha Jenis usaha Deskripsi singkat usaha Contoh : Nama Usaha : “Tomato Sweet Candy” Jenis Usaha : Usaha Camilan Deskripsi singkat Usaha : Kami menjual produk camilan sejenis permen yang bernama “Tomato Sweet Candy” Camilan ini memanfaatkan sumberdaya dari bahan baku yang tersedia di pasaran yang begitu melimpah. Seperti tomat, Gula Pasir, Air kapur, Garam, Air. B. Produk Usaha Bagian ini berisi penjelasan mengenai produk usaha yang akan dijual yaitu: a) Produk (barang/jasa) yang akan ditawarkan kepada konsumen b) Keunggulan/keunikan masing-masing produk c) Perbandingan produk yang ditawarkan dengan produk sejenis yang dijual oleh perusahaan lain d) Jumlah produksi dari produk yang akan ditawarkan e) Kemana saja produk-produk tersebut akan dijual (distribusi) C. Kegiatan Utama (Key Activities) Bagian ini berisi penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan utama apa saja akan dilakukan dalam usaha-mu, serta siapa yang akan melakukan kegiatan tersebut. D. Sumber Daya Utama (Key Resource) Bagian ini berisi penjelasan mengenai sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam keseluruhan proses usaha. Sumber daya yang dimaksud di sini berupa alat, bahan, maupun tenaga kerja yang dilibatkan dalam keseluruhan proses usaha. E. Target Konsumen Bagian ini berisi penjelasan mengenai siapa saja calon konsumen yang akan menjadi target pemasaran usaha Anda. F. Strategi Pemasaran Bagian ini berisi penjelasan mengenai cara memasarkan produk agar dapat diketahui oleh konsumen, serta mampu manarik hati konsumen untuk membeli. G. Rencana Keuangan Bagian ini berisi penjelasan mengenai item-item atau hal-hal apa saja yang akan dikeluarkan untuk keberlangsungan usaha, beserta perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Komponen ini meliputi bagian produksi, pemasaran, operasional, distribusi, dan semua proses usaha. Tidak usah diisi jika tidak ada dalam usaha yang Anda jalankan. Setelah membuat detail biaya diatas, selanjutnya dapat dibuat perhitungan biaya modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha. Hal ini untuk mengetahui berapa banyak modal yang dibutuhkan, serta dari mana saja modal tersebut diperoleh. Sekian dari saya terima kasih telah berkunjung dan membaca blog ini semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kesalahan kata. Waasalamualaikum Wr.Wb. Sumber : Modul USAID JAPRI #JAPRI

Sabtu, 05 Oktober 2019

MATERI 6 : RANCANG KEUANGAN USAHA MU

MATERI 6 RANCANG KEUANGAN USAHA MU KEUANGAN PRIBADI DAN KEUANGAN USAHA Bagi para pengusaha yang baru membangun suatu usaha, memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sering diabaikan. Padahal itu adalah hal yang sangat penting. Ada beberapa alasan mengapa banyak orang senang mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Penyebab utamanya adalah merasa bahwa uang yang digunakan untuk usaha adalah uang pribadi. Berikut ini adalah tips sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi sehat dan seimbang: 1. Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi Biasakanlah untuk memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi sedari dini. Walaupun saat ini bisnis yang sedang dijalankan masih terbilang kecil, namun keuangan usaha harus tetap dikelola dan dipisahkan dari keuangan pribadi agar tidak mengganggu perkembangan usaha kedepannya. 2. Tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha Setelah memisahkan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi, tentukan berapa jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha. Hal ini sangat berguna untuk merencanakan keuangan usaha kita. Jika jumlah uangnya tidak jelas, maka arus kas usaha kita pun akan tidak jelas. 3. Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi Catatlah semua uang yang keluar dan masuk didalam sebuah pembukuan. Adanya pembukuan bertujuan untuk mengontrol jumah uang yang keluar dan uang yang masuk. 4. Kurangi resiko dengan cara menghindari hutang Mengembangkan usaha dengan cara berhutang, memang diperbolehkan. Namun kita juga harus waspada, karena jika kondisi keuangan usaha kurang baik, beban cicilan hutang hanya akan memperburuk keadaan usaha, bahkan dapat juga memperburuk keuangan pribadi. 5. Gaji diri sendiri Merasa bahwa uang usaha berasal dari uang pribadi akan membuat seorang pengusaha merasa boleh menggunakan keuntungan untuk keperluan pribadi. Padahal itu akan membuat pengusaha tersebut kehabisan modal. Jalankan dengan profesional, gaji diri sendiri agar tidak mengambil keuntungan secara bebas dan membuat modal habis. Memisahkan uang usaha dan pribadi artinya bukan berarti kita tidak boleh menggunakan hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, yang harus diatur adalah berapa yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi, berapa yang seharusnya tetap disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan hutang. Bagaimana caranya? 1. Melakukan Pencatatan Lakukan pencatatan dengan rapi setiap transaksi setiap harinya. Periksa kembali catatan Anda setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk memproduksi barang, berapa uang yang didapat dari hasil penjualan, dan berapa keuntungan setiap hari dan minggunya, sehingga dapat diketahui keuntungan yang diperoleh dalam sebulan. 2. Alokasi Dana Dari keuntungan yang diperoleh, bagilah kedalam beberapa pos sesuai dengan kebutuhan. Misalnya: 1. 2.5% untuk zakat 2. 10% untuk ditabung 3. 50% untuk belanja keluarga dan pribadi 4. 25% untuk membayar cicilan hutang 5. 12.5% untuk tabungan usaha atau pengembangan usaha Jika ingin menikmati jumlah uang yang pasti/tetap untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, maka tentukanlah nilanya bukan berdasarkan persentase tapi berdasarkan nominal. Misalnya 1 juta rupiah sebulan. Penentuan jumlah ini harus disesuaikan dengan kebutuhan lainnya. 3. Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi Uang usaha dianggap sebagai uang pribadi karena usaha 100% milik sendiri. Berdasarkan anggapan tersebut, pengaturan keuangan untuk kepentingan pribadi dan kepentingan usaha pun disatukan oleh pengusaha. Hal ini akan berdampak buruk terhadap perkembangan usaha dan keuangan pribadi. Selain itu, pemisahan tersebut harus diikuti komitmen untuk tidak mengambil uang usaha untuk kepentingan pribadi. Untuk langkah ini ada baiknya pengusaha mempersiapkan lebih dari satu rekening bank/celengan. Jadi, rekening untuk kepentingan usaha dengan rekening untuk kepentingan pribadi dibuat terpisah. Jika suatu saat pengusaha terpaksa mengambil uang usaha untuk kepentingan pribadi, sebaiknya hal tersebut dicatat sebagai hutang dan harus segera diganti. 4. Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi Bukalah rekening di bank khusus untuk usaha yang dijalankan. Pastikan setiap transaksi jual beli kegiatan usaha menggunakan rekening ini. Buka juga rekening bank khusus untuk kebutuhan pribadi. Dengan demikian pemisahan keuangan akan lebih mudah. Tentunya harus disiplin dan tidak tergoda untuk menggunakan uang usaha dalam keadaan apapun. Adanya rekening yang terpisah akan membantu pengusaha melihat pertumbuhan usahanya, baik dari sisi perputaran modal, maupun pertumbuhan modal. Di samping itu pengusaha juga bisa mengetahui sudah berapa banyak biaya yang keluar untuk usaha dan berapa pendapatan yang telah masuk, apakah usaha masih rugi (minus) atau sudah untung (plus), dan kalaupun rugi (minus) apakah masih wajar atau tidak dan sebagainya. Tentu saja tips – tips diatas tidak bisa berjalan tanpa adanya keseriusan pengusaha untuk menjalankannya. Salah satu langkah konkrit dalam melakukan pemisahan keuangan pribadi dan usaha adalah dengan melakukan pencatatan keuangan sederhana. Berikutnya akan akan dibahas materi mengenai pencatatan keuangan. MENGELOLA KEUANGAN USAHA Dalam menjalankan usaha, pengelolaan keuangan menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Pengelolaan keuangan yang baik, akan membuat usaha berjalan dengan baik. Sebaliknya, pengelolaan keuangan yang buruk akan memperburuk perkembangan usaha, bahkan bisa berdampak pada kehidupan pribadi. Sebagai pengusaha pemula, pengelolaan keuangan menjadi tantangan tersendiri. Akan tetapi, hal ini amat sangat bisa dipelajari, sehingga dapat dengan mudah dipraktekan pada usaha. Pengelolaan keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di dalam usaha. Keuangan yang dimaksud disini meliputi uang masuk (modal, penjualan, dan lain-lain) dan uang keluar (pembelian alat, bahan baku, hutang, dll). Pengaturan keuangan dapat dilakukan salah satunya dengan pencatatan keuangan. Pencatatan dilakukan agar pengusaha dapat mengontrol pengeluaran dan apakah pengeluaran yang dilakukan memang dibutuhkan atau tidak. Berikut adalah tabel yang digunakan untuk pencatatan saat masa operasional usaha. PENCATATAN KEUANGAN Nama Usaha : Tomato Sweet Candy Bulan : September Mata Uang : Rupiah 1. Pada 13 September 2019 kita mengeluarkan uang sebesar Rp.21.000 yang di gunakan untuk pembelian bahan baku produksi yang dibayarkan saudara Merry. 2. Pada 15 September kita mengeluarkan uang sebesar Rp.20.000 yang digunakan untuk membeli kardus sebagai pengemasan produk yang dibayarkan oleh saudara Achmat. Sekian dari saya terima kasih telah berkunjung dan membaca blog ini semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kesalahan kata. Waasalamualaikum Wr.Wb. Sumber : Modul USAID JAPRI #JAPRI

MATERI 5 : PEMASARAN

MATERI 5 PEMASARAN MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMASARAN YANG EFEKTIF Strategi adalah cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai apa yang diinginkan (tujuan). Sedangkan Pemasaran adalah kegiatan-kegiatan yang terdiri dari menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih. Jadi, Strategi pemasaran merupakan cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih. Suatu strategi pemasaran yang efektif bertujuan agar pemasaran yang kita lakukan benar-benar dapat menginformasikan produk yang kita jual dan dipahami dengan jelas oleh target konsumen kita. • Manfaat strategi pemasaran Merencanakan produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. Menentukan harga jual yang tepat. Mempromosikan produk dengan cara dan saluran media yang tepat. • Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Bauran pemasaran merupakan strategi pemasaran yang lazim digunakan biasanya juga dikenal dengan istilah 4P, yaitu product (produk), price (harga),place (tempat penjualan/jalur distribusi), dan promotion (promosi). Product (produk) adalah sesuatu yang ditawarkan ke calon konsumen, baik berupa barang maupun jasa. Hal-hal yang termasuk product meliputi: variasi, kualitas, desain,merek, dan kemasan. Misal produk dari Tomato Sweet Candy yaitu Produk Permen yang berasal dari tomat segar Price (harga) adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh calon konsumen untuk memiliki / menikmati barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk price meliputi: daftar harga dan diskon potongan harga. Misal produk dari Tomato Sweet Candy memiliki harga Rp 5.000/pcs Place (tempat penjualan / jalur distribusi) adalah merupakan lokasi atau tempat dimana calon konsumen bisa dengan mudah menjangkau atau mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk place meliputi: lokasi penjualan, wilayah penjualan, dan alat transportasi. Misal produk dari Tomato Sweet Candy akan di jual di daerah sekitar Kampus UTM. Pendistribusiannya kita distribusikan melalui teman- teman kelas, teman teman kos dan teman –teman organisasi. Promotion (promosi) adalah kegiatan-kegiatan atau cara yang dilakukan oleh pengusaha untuk mengenalkan barang atau jasa yang dijual dan menarik minat calon konsumen untuk membeli, termasuk media yang digunakan untuk promosi. Hal-hal yang termasuk promotion meliputi: brosur, poster, iklan di koran, majalah, radio, media online (facebook dan Instagram), spanduk, dan lain-lain. Misal produk dari Tomato Sweet Candy akan menggunakan strategi proosi dengan cara memasang pamflet dan untuk mempromosikannya menggunakan media social • Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan 4P, yaitu: Solusi Pelanggan (Customer Solution). Barang atau jasa yang dijual harusnya dapat membantu dan mampu menyelesaikan masalah konsumen. Biaya Pelanggan (Customer Cost). Barang atau jasa yang akan dibayarkan oleh konsumen untuk membeli produk tersebut harus sesuai atau setara dengan kebutuhan atau keinginannya. Kenyamanan (Convenience). Barang atau jasa tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana. Komunikasi (Communication). Pengusaha dan konsumen dapat melakukan komunikasi baik sebelum membeli, saat membeli, maupun sesudah pembelian barang atau jasa. • ANGGARAN PEMASARAN Hal terpenting yang harus diingat oleh pengusaha adalah membuat anggaran pemasaran yang sesuai dengan barang atau jasa yang akan dijual dan calon konsumen yang dipilih. Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang timbul dari aktivitas pemasaran saja. Tidak termasuk aktivitas usaha yang lain, seperti produksi. Anggaran pemasaran dapat bervariasi dari bulan ke bulan, biasanya tergantung pada situasi dan kondisi usaha dan konsumen. Contoh Anggaran Pemasaran dari produk Tomato Sweet Candy: Sekian dari saya terima kasih telah berkunjung dan membaca blog ini semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kesalahan kata. Waasalamualaikum Wr.Wb. Sumber : Modul USAID JAPRI #JAPRI

MATERI 4 : PRODUKSI DAN PROYEKSI KEUANGAN

MATERI 4 PRODUKSI DAN PROYEKSI KEUANGAN Produksi adalah suatu kegiatan untuk membuat barang/jasa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Dikatakan produksi saat mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau mengolah bahan setengah jadi menjadi bahan jadi. Misalnya, seorang penjahit mengolah kain menjadi pakaian yang siap dipakai, atau pabrik roti mengolah beberapa bahan baku untuk menjadi roti yang siap dimakan. Proses produksi merupakan salah satu tahapan penting dalam sebuah usaha yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang / jasa yang dihasilkan. Sebelum melakukan produksi, pastikan biaya produksi harus dihitung dengan benar agar pengusaha tidak mengalami kerugian. Yuk diisi pertanyaan di bawah ini: SUMBER DAYA UTAMA, MODAL AWAL, DAN ALUR PRODUKSI Dalam memproduksi suatu barang atau jasa, mengetahui sumber daya utama dan alur proses produksi merupakan hal yang penting. Dalam memulai sebuah usaha, sumber daya utama dibagi menjadi dua, yaitu peralatan-peralatan yang digunakan untuk mendukung terciptanya suatu produk dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses produksi. Berikut ini akan dibahas satu per satu peralatan, bahan baku, dan alur proses produksi : 1) Peralatan yang digunakan Dalam membuat suatu produk pasti dibutuhkan alat-alat untuk mendukung proses produksi. Contoh untuk produksi jahitan, maka dibutuhkan mesin jahit, benang, gunting, penggaris, dan sebagainya. Jika membuat kue, maka membutuhkan kompor, wajan, panci, dan lain sebagainya. Nah, untuk membantu proses produksi barang yang akan dibuat, tuliskan di bawah ini, alat apa saja yang akan diperlukan untuk digunakan dalam proses pembuatan produksi sebuah usaha agar bisa berjalan dengan lancar. Pastikan alat yang digunakan telah tersedia dan dalam kondisi bersih, layak pakai, tidak rusak, dan tidak menyebabkan kecelakaan. a. Wajan : Rp. 35.000 b. Kompor : Rp.350.000 c. Baskom : Rp.18.000 d. Sendok Penggorengan : Rp.7500 e. Tabung LPG : Rp.150.000 f. Pisau : Rp.9000 g. Sendok Makan : Rp.3500 h. Tampah : Rp.15.000 Sehingga total biaya untuk membeli peralatan adalah sebesar Rp.588.000.Dari alat alat tersebut kami cuman mengeluarkan biaya Rp.15.000 untuk membeli tampah, namun biaya alat alat yang lain tetap kami anggarkan untuk mengatasi depresiasi atau penyusutan peralatan yang ada. Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya - biaya yang harus dikeluarkan pada awal suatu usaha agar dapat memulai usaha dengan lancar : i. Biaya promosi awal ii. Biaya sewa tempat (jika dibayar dimuka dalam jangka waktu tertentu, maka biaya sewa tempat dimasukkan ke dalam rincian biaya di atas, tetapi jika dibayar tiap bulan, biaya sewa tempat masuk ke biaya operasional bulanan) iii. Biaya resiko. Jumlah uang yang disediakan sebagai uang jaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti produk basi, tidak terjual, tepung tumpah, telur pecah, dll. Uang untuk membeli membeli bahan baku awal produksi Dari produk kami memerlukan biaya – biaya sebagai berikut : 1. Biaya Promosi Awal (biaya pemasaran) yang di gunakan untuk pembelian kuota sebesar Rp.88.000 2. Biaya sewa tempat yang di gunakan untuk produksi akan tetapi kami tidak mengeluarkan biaya sewa tempat sebesar Rp.0 3. Biaya resiko yang di gunakan untuk berjaga jaga sebesar Rp.50.000 4. Biaya bahan baku dan produksi awal Rp.27.000 Dari diatas dapat diketahu jumlah biaya biaya yang diperlukan sebesar Rp. .Sehingga, total modal awal yang dibutuhkan saat memulai usaha, yaitu: Biaya untuk membeli peralatan Rp. 588.000 Biaya lainnya (b) = 165.000 Total (a) + (b) = Rp. 753.000 2) Memahami dengan pasti alur proses produksi Untuk memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus memahami setiap tahap dalam produksi yang dilakukan. Isilah kotak di bawah ini untuk memastikan bahwa kita mengetahui langkah-langkah dalam membuat produk, mulai dari saat menyiapkan bahan baku hingga barang siap untuk dijual. Berikut adalah contoh proses produksi keripik bayam. Jumlah langkah produksi bisa berbeda-beda, tergantung dari proses produksi yang akan dilakukan. 1. Pembelian seluruh bahan baku 2. Tomat dicuci hingga bersih 3. Mengeluarkan bagian biji tomat 4. Masukan tomat kedalam baskon dan campur gula pasir, air , garam secukupnya 5. Masak sambil di aduk hingga merata hingga meresap kedalam tomat 6. Letakkan ke dalam tampah untuk dikeringkan 7. Setelah produk benar-benar kering, produk bisa dikemas 8. Dan di pasarkan sesuai dengan target konsumen. Dengan menuliskan alur produksi di atas, akan membantu pengusaha untuk memastikan bahwa proses produksi sudah dilaksanakan dengan benar dari awal hingga akhir, tidak ada tahapan yang terlewat, sehingga kualitas produk yang dihasilkan akan selalu sama dan terjaga. BIAYA PRODUKSI Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya produksi merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Jika yang dibuat banyak maka biayanya akan besar, tetapi jika yang dibuat hanya sedikit maka biayanya juga hanya sedikit. Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu: 1. Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL) yaitu bahan baku utama yang diguanakan dalam prosuksi yang tidak bisa digantikan dengan bahan lain. Misalnya, untuk membuat pisang goreng, yang termasuk BBBL adalah pisang, tepung, telur, air, dan lainnya. 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL) yaitu biaya untuk membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk. 3. Biaya Pendukung yaitu semua biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya yang termasuk disini sebagai pelengkap atau atau pendukung saja. Biasanya yang termasuk biaya pendukung seperti biaya kemasan, dan sebagainya. Jika 3 biaya – biaya di atas dijumlahkan, maka total 3 biaya tersebut disebut Harga Pokok Penjualan atau biasa disingkat HPP. Apakah penting menghitung HPP? SANGAT PENTING..!! Agar bisa diketahui berapa modal yang dibutuhkan untuk proses produksi. Dengan mengetahui biaya yang dikeluarkan, pengusaha bisa menetapkan harga jual dengan benar. Bagamana cara menghitung harga pokok penjualan (HPP)? Berikut merupakan cara mudah untuk menghitung harga pokok penjualan dengan contoh produk TOMATO SWEET CANDY. Untuk mempermudah pengusaha menentukan biaya produksi (Harga Pokok Penjualan), silahkan gunakan tabel biaya produksi dibawah ini: HPP = (A) + (B) + (C) Setelah dihitung HPPnya, tahap berikutnya adalah mencari HPP per produk/unit/bungkus. Caranya mudah, HPP yang telah dihitung diatas, dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Berikut ini contoh tabel sederhana yang bisa digunakan untuk menghitung HPP dengan contoh produk TOMATO SWEET CANDY. Dari perhitungan di atas, bisa dilihat dengan biaya produksi sebesar Rp.74.000 menghasilkan 15 bungkus Tomato sweet Candy, maka HPP per bungkus didapati dari HPP yaitu Rp.74.000 dibagi jumlah produk yang dihasilkan yaitu 15 bungkus sehingga diketahui HPP per bungkus adalah Rp.4.900. Artinya, Rp.4.900 itu adalah biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu bungkus tomato sweet candy. Tidak ada cara khusus untuk menentukan harga jual suatu produk, karena biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Namun harga jual HARUS lebih besar dari harga pokok penjualan produk agar tidak rugi. Tabel berikut ini akan membantu menetapkan harga jual sehingga bisa diketahui laba kotor setiap produknya. PERKIRAAN PERHITUNGAN BIAYA OPERASIONAL Selain biaya produksi, dalam melakukan suatu usaha ada biaya lain yang dikeluarkan oleh seorang pengusaha, yaitu biaya operasional. Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatakan biaya tetap karena biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya. Yang dimaksud biaya operasional (biaya tetap) adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk mendukung berjalannya suatu usaha, seperti biaya listrik, biaya air, biaya pegawai (jika ada), biaya promosi, dan lain-lain. Berikut ini adalah perkiraan biaya operasioal yang mungkin dikeluarkan untuk mendukung berjalannya suatu usaha. PERHITUNGAN UNTUK MENUTUP BIAYA OPERASIONAL Biaya operasional sangat dimungkinkan keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Jumlah biaya operasional bersifat tetap dan tidak tergantung dari jumlah produk yang terjual. Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional, istilahnya Break Even Point (BEP). Break Even Point (BEP) adalah kondisi pengusaha tidak mengalami kerugian, tapi juga belum mendapatkan keuntungan. Berapa yang harus dijual setiap bulannya agar pengusaha tidak rugi? Berikut ini cara menghitungnya : Dengan biaya operasional sebesar Rp. 750.000 per bulan, maka pengusaha harus menjual 250 bungkus setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional PERHITUNGAN BALIK MODAL Hampir mirip dengan perhitungan untuk menutup biaya operasional, perhitungan balik modal ini juga penting untuk dihitung agar bisa diketahui kapan modal seorang pengusaha itu kembali. Dengan mengetahui kapan modal kembali, seorang pengusaha bisa merencanakan pengembangan usahanya lebih lanjut. Rumus yang digunakan juga relatif sama, hanya berbeda di bagian pembagi. Jika sebelumnya yang digunakan sebagai pembagi adalah biaya operasional, maka dalam perhitungan balik modal, pembaginya adalah biaya yang dikeluarkan sebagai modal awal saat akan memulai usaha. Dengan modal Rp. 2.000.000 maka pengusaha tersebut akan balik modal setelah menjual 667 bungkus keripik bayam. Sekarang, silahkan hitung perkiraan balik modal usaha mu. TARGET PRODUKSI, PENJUALAN, DAN PERKIRAAN LABA KOTOR Dalam menjalankan suatu usaha, hendaknya seorang pengusaha mempunyai target produksi dan penjualan agar semangat dan terarah dalam menjalankan usahanya. Berikut ini adalah contoh perhitungan perkiraan pendapatan dalam 3 bulan : 1. Pada bulan September Tomato Sweet Candy memiliki HPP perbungkus Rp.4900 harga jual perunit Rp.8000 laba kotor perunit Rp.3100 perkiraan penjualan dalam satu bulan 15 bungkus perhari adalah 450 unit perbulan perkiraa laba kotor dalam satu bulan Rp.1.395.000 2. Pada bulan Oktober Tomato Sweet Candy memiliki HPP perbungkus Rp.4900 harga jual perunit Rp.8000 laba kotor perunit Rp.3100 perkiraan penjualan dalam satu bulan 20 bungkus perhari adalah 600 unit perbulan perkiraa laba kotor dalam satu bulan Rp.1.860.000 3. Pada bulan November Tomato Sweet Candy memiliki HPP perbungkus Rp.4900 harga jual perunit Rp.8000 laba kotor perunit Rp.3100 perkiraan penjualan dalam satu bulan 25 bungkus perhari adalah 900 unit perbulan perkiraa laba kotor dalam satu bulan Rp.2.790.000 Sehingga jumlah dalam 3 bulan Terjual 1950 bungkus dengan total laba kotor Rp.6.045.000 Perkiraan penjualan dan laba kotor sangat bisa berubah tergantung rencana dan target masing-masing pengusaha. Setelah diketahui laba kotor dan biaya operasional setiap bulan, maka pengusaha bisa mengetahui berapa laba bersih setiap bulannya. Berikut perhitungan sederhananya: 1. Pada bulan September memperkirakan laba kotor Rp.1.395.000 dan perkiraaan biaya operasional RP 163.000 perkiraan laba bersih Rp1.232.000 2. Pada bulan September memperkirakan laba kotor Rp.1.860.000 dan perkiraaan biaya operasional RP 163.000 perkiraan laba bersih Rp1.697.000 3. Pada bulan September memperkirakan laba kotor Rp.2.790.000 dan perkiraaan biaya operasional RP 163.000 perkiraan laba bersih Rp2.627.000 Sekian dari saya terima kasih telah berkunjung dan membaca blog ini semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kesalahan kata. Waasalamualaikum Wr.Wb. Sumber : Modul USAID JAPRI #JAPRI

MATERI 3 : KENALI USAHAKU

MATERI 3 KENALI USAHAKU SIAPA KONSUMEN PRODUK KU? Kebutuhan setiap konsumen berbeda-beda, oleh karena itu seorang pengusaha tidak akan mungkin bisa menjual semua barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen. Penyebabkan perbedaan kebutuhan tersebut adalah jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, lokasi dan tempat tinggal bisa. Dikarenakan begitu banyak pilihan produk barang atau jasa yang ditawarkan, maka seorang penjual harus memilih calon konsumen yang akan dipenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha untuk memahami kriteria calon konsumen. Misal adalah kritera dari produk “Tomato Sweet Candy” kriteria tersebut meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, tempat tinggal, dan lainnya. Tabel dibawah ini akan membantu untuk menentukan konsumen mana yang akan dipilih. KEUNGGULAN BERSAING Suatu usaha dikatakan memiliki keunggulan bersaing jika usaha tersebut mempunyai sesuatu yang berbeda dari yang dimiliki oleh pesaing dan melakukan sesuatu lebih baik dari pesaing. Ada dua cara untuk menciptakan keunggulan bersaing, yaitu: Biaya produksi yang lebih murah Dengan produksin yang murah pengusaha dapat menjual produk dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pesaing, namun tetap memiliki kualitas produksi yang sama bahkan bisa lebih baik. Selain itu, dengan biaya produksi yang murah, pengusaha juga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar, menciptakan proses produksi yang mudah, mencari supplier (pemasok) bahan baku yang murah namun tetap sesuai dengan standard, membeli bahan baku dalam jumlah yang banyak (grosir), sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah dari pada harga eceran. Menciptakan perbedaan dengan produk pesaing Dengan menciptakan perbedaan unik yang belum dimiliki oleh pesaing akan membuat konsumen senang dan ingat dengan produk kita dan ingin terus melakukan pembelian. Sekian dari saya terima kasih telah berkunjung dan membaca blog ini semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kesalahan kata. Waasalamualaikum Wr.Wb. Sumber : Modul USAID JAPRI #JAPRI

MATERI 2 : GALI IDE USAHA MU

MATERI 2 GALI IDE USAHA MU ANALISA PROS-CONS (ASPEK POSITIF DAN ASPEK NEGATIF) Analisa Pros-Cons adalah suatu cara untuk menilai apakah ide usaha yang diusulkan layak untuk dijalankan atau tidak. Caranya dengan membandingkan aspek positf dan aspek negatif dari masing-masing ide usaha. Analisa sederhana ini digunakan jika terdapat lebih dari satu ide usaha, misalnya dua, tiga atau lebih sehingga kita dapat menentukan satu ide usaha yang paling baik. Dalam analisa ini, pengusaha harus dapat mencari, mengumpulkan, dan mencatat semua informasi yang terkait dengan usulan ide usaha dan kemudian mengelompokkan apakah informasi tersebut termasuk aspek positif (Pros) atau termasuk aspek negatif (Cons). Beberapa informasi yang harus didata adalah: 1. Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha tersebut Keahlian yang dimaksud disini merupakan berbagai hal yang dikuasai oleh pengusaha untuk mendukung usaha yang akan dijalankan. 2. Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan Pengusaha harus mengetahui apakah bahan baku yang dibutuhkan tersedia atau tidak. Jika tersedia, dimana bahan baku tersebut tersedia dan apakah jumlahnya mencukupi untuk kegiatan produksi. Jika tidak tersedia, pengusaha harus memikirkan bahan baku pengganti. 3. Kemudahan mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan Pengusaha juga harus mengetahui apakah bahan yang dibutuhkan tersebut mudah atau sulit didapat. Apakah bahan baku yang dibutuhkan dapat dibeli di pasar-pasar terdekat, atau harus mencari ke wilayah lain. Apakah bahan baku tersebut dapat diperoleh kapanpun, atau hanya didapat secara musiman. 4. Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode Pengusaha harus mengetahui berapa jumlah produk yang mampu dibuat dalam satu periode produksi. 5. Keberadaan dan jumlah pesaing yang mempunyai produk sejenis Pengusaha juga harus mengetahui apakah ada pengusaha lain yang menjual produk yang sejenis dengan yang dibuat. Jika ada, berapa banyak pengusaha yang menjual produk tersebut. Brikut adalah contoh dari produk Tomato Sweet Candy : ANALISA SWOT Setelah terpilih satu ide usaha dari analisa aspek positif – aspek negatif (pros-cons), tahap selanjutnya adalah melakukan analisa SWOT yang dapat membantu pengusaha dalam mencari, mengumpulkan, dan mencatat informasi yang lebih detail dan rinci, sehingga pengusaha mampu untuk memaksimal apa yang dimiliki dan mengatasi kelemahan dan ancaman yang akan muncul. Analisa SWOT adalah suatu cara yang digunakan untuk menilai dan mengukur kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki oleh pengusaha, serta melihat peluang (Opportunities) dan mencari informasi adanya ancaman/gangguan (Threats) dari usulan produk dan pasar. Informasi yang digunakan dalam analisa SWOT adalah informasi yang berasal dari usulan ide usaha yang telah lolos analisa pros-cons. Setelah melakukan analisa SWOT, pengusaha dapat memikirkan cara untuk memaksimalkan kekuatannya, mengatasi kelemahannya, memanfaatkan peluang yang ada, dan bersiap menghadapi ancaman dan gangguan yang muncul. Dengan analisa SWOT maka pengusaha dapat menilai dengan lebih dalam mengenai: 1. Apa saja kekuatan (strength) yang dimiliki sehingga mampu mengambil keuntungan atau manfaat dari peluang (opportunity) yang ada; 2. Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weakness) yang dapat menghalangi pengusaha dalam menjalankan usahanya; 3. Bagaimana kekuatan (strength) tersebut mampu menghadapi ancaman/gangguan (threat) yang ada; 4. Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weakness) yang dapat membuat ancaman/ gangguan (threat) menjadi nyata. Brikut adalah contoh dari produk Tomato Sweet Candy : ANALISA PESAING Saat ini bisa dipastikan banyak pengusaha yang menjual produk sejenis. Dalam satu wilayah pasti ada lebih dari satu pengusaha yang menjual produk yang sejenis, bahkan bisa 5 orang pengusaha menjual produk yang sama. Konsumen tidak mungkin akan membeli dari seluruh penjual yang ada, konsumen hanya akan membeli dari satu penjual saja sehingga masing - masing penjual itu bersaing untuk mendapatkan calon konsumen. Penjual akan berusaha mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya, berusaha agar produknya lah yang dipilih dan diminati oleh konsumen, dengan begitu usahanya akan semakin laris dan maju. Kondisi seperti itulah yang dinamakan persaingan. Pengusaha yang bisa memenangkan persaingan, usahanya akan maju dan bertahan. Maka dari itu, sangat penting bagi seorang pengusaha untuk mengetahui siapa pesaingnya agar dapat membuat sesuatu yang “berbeda” dan mendapatkan tempat di hati konsumen. Sekian dari saya terima kasih telah berkunjung dan membaca blog ini semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kesalahan kata. Waasalamualaikum Wr.Wb. Sumber : Modul USAID JAPRI #JAPRI

MATER 1: JADI PENGUSAHA MANDIRI (JAPRI)

MATERI 1 JADI PENGUSAHA MANDIRI (JAPRI) Apa itu program JAPRI: Program JAPRI terdiri dari beberapa komponen kegiatan termasuk pelatihan soft skills (pembekalan motivasi, bagaimana mencari ide bisnis, meningkatkan kepercayaan diri untuk mulai berusaha) dan pelatihan hard skills (teknis keterampilan wirausaha, kegiatan pembinaan, dan pendampingan kewirausahaan). Tujuan program JAPRI: 1. Menggerakkan minat berwirausaha dan kemauan untuk berani mengambil risiko di kalangan anak muda kurang mampu dengan dukungan dari keluarga dan masyarakat. 2. Memfasilitasi anak muda kurang mampu yang memiliki potensi berwirausaha dengan pengetahuan dan keterampilan untuk memulai dan mengembangkan usaha sesuai dengan kebutuhan pasar. 3. Memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi peserta program, termasuk pembinaan, pendampingan, modal awal usaha, serta hubungan dengan komunitas usaha. Karakter Pengusaha Sukses 1. Buat passion jadi usaha Apa yang kita dapatkan dari usaha kita seharusnya adalah bentuk kepuasan dari diri kita sendiri. Jika kita tidak menikmati apa yang kita lakukan, kemungkinan besar kita juga tidak mempunyai rasa memiliki yang kuat terhadap usaha kita. Dan jika kita tidak menikmati dan merasa memiliki apa yang kita lakukan, kemungkinan besar usaha kita tidak akan berhasil. Maka dari itulah usaha yang besar berasal dari diri kita masing-masing. 2. Jalankan dengan serius Kita tidak dapat berharap untuk mendulang sukses dalam usaha kecuali jika kita benar-benar serius dan percaya pada barang atau jasa yang kita jual. Terlalu banyak pengusaha yang tidak cukup serius dalam menjalankan usahanya dan tidak cukup percaya pada barang atau jasa yang mereka jual, sehingga mereka tidak cukup berani berkompetisi dengan pengusaha lain. 3. Rencanakan semuanya dengan matang Merencanakan setiap hal dalam usaha bukan hanya keharusan, tapi juga kebiasaan yang harus dikembangkan, diterapkan, dan dipelihara oleh setiap pengusaha. Membuat rencana usaha sangat penting untuk kita bisa membuat atau mengambil langkah yang tepat sesuai kenyataan. Rencana usaha juga dapat meminimalisir kesalahan dari awal akibat kurangnya persiapan dan bisa mengukur keberhasilan dari langkah yang diambil. 4. Mengelola uang dengan bijak Mengelola keuangan merupakan sebuah usaha memisahkan pengelolaan keuangan pribadi dan usaha. Pencatatan yang rutin dan lengkap juga menjadi kebiasan yang sangat baik bagi sebuah usaha. Dari pencatatan tersebut dapat dilihat dengan jelas kemana aliran uang usaha kita berputar. 5. Fokus terhadap konsumen dan pelanggan Usaha kita adalah tentang konsumen dan pelanggan (peoplecentered). Pendekatan apa yang kita lakukan untuk bisa mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen dan pelanggan atas suatu barang atau jasa. Konsumen dan pelanggan adalah orang-orang yang membuat keputusan akhir apakah barang atau jasa kita layak dibeli atau tidak. 6. Ciptakan keunggulan kompetitif Barang atau jasa harus memiliki keunikan yang jelas (added value). Hal ini dilakukan agar konsumen dan pelanggan memiliki alasan untuk memilih membeli barang atau jasa kita dibandingkan milik pesaing. Keunikan bisa dari manfaat barang atau jasa yang kita jual, bisa juga layanan atau produk yang berbeda dari para pesaing. Menjadi Pengusaha Yang Beretika Etika usaha merupakan komponen dasar dan penting yang harus selalu dipegang oleh seorang pengusaha dalam menjalankan setiap proses dalam usahanya. Etika dalam hal ini adalah cara-cara dalam melakukan kegiatan usaha, yang mencakup sikap atau moral pengusaha dalam lingkungan usaha serta masyarakat dan pelaku didalam rantai nilai usahanya. Berikut adalah beberapa cara untuk menjadi pengusaha yang beretika: 1. Jujur Kejujuran merupakan salah satu hal penting untuk bisa sukses dalam menjalankan usaha dengan membangun kepercayaan konsumen, pelanggan, dan masyarakat. Kita harus bersikap jujur dalam segala hal, mulai dari hanya memberikan informasi hingga proses menganalisa kekurangan barang/jasa yang kita tawarkan. 2. Komitmen Seorang pengusaha dapat dipercaya jika ia senantiasa berusaha memenuhi janji dan komitmen yang pernah dibuat. Tidak hanya itu, seorang pengusaha juga harus senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan sejak usahanya dimulai sampai saat usahanya sudah besar dan sukses. Hal inilah yang akan membuat suatu produk atau jasa selalu dicintai oleh konsumennya. 3. Loyalitas / Kesetiaan Loyalitas adalah hal yang sangat diperlukan agar usaha dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik. Loyalitas dapat ditunjukkan dengan bekerja sesuai dengan tujuan usaha serta tidak mencampurkan masalah usaha dengan masalah pribadi. Kita juga dapat menunjukkan loyalitas dengan memberikan seluruh kemampuan yang kita miliki demi perkembangan usaha ke arah yang lebih baik. 4. Kepedulian keputusan dalam usaha tidak hanya berpengaruh bagi perusahaan, namun juga masyarakat dan lingkungan di sekitar usaha. Seorang pengusaha harus mampu memberikan keputusan yang memiliki paling banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. 5. Mematuhi Aturan Dunia usaha tentu memiliki berbagai aturan yang telah ditetapkan secara tertulis maupun tidak tertulis. Patuhilah seluruh aturan tersebut agar dapat menjadi pengusaha yang disegani masyarakat dan lingkungan. Sekian dari saya terima kasih telah berkunjung dan membaca blog ini semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kesalahan kata. Waasalamualaikum Wr.Wb. Sumber : Modul USAID JAPRI #JAPRI

Bisnis Kerajinan Tangan

Kerajinan tangan merupakan suatu kerajinan yang dibuat secara sederhana dimana dalam hal ini tidak banyak menggunakan mesin dan memiliki n...