Kamis, 31 Desember 2020

Bauran Pemasaran Place (Harga)

 

Nama : Rina Eli Novitasari
NIM : 180321100092
Kelas : Manajemen Pemasaran B

Konsep Penetapan Harga
Penetapan harga adalah proses menetapkan nilai yang akan diterima oleh produsen dalam hal pertukaran jasa dan barang. Metode pricing ata penetapan harga dilakukan agar nilai atau biaya yang di tawarkan sesuai dengan produsen dan pelanggan. Harga yang ditentukan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan, nilai yang dirasakan pelanggan, dan nilai dari pesaing.  

Tujuan Penetapan Harga

Berikut merupakan tujuan dari adanya penetapan harga, antara lain:

1. Memaksimalkan Laba
Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka harga yang ditetapkan untuk konsumen akan semakin tinggi. Dalam menetapkan harga sebaiknya turut memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntungan yang diraih dapat maksimum. 
2. Meraih Pangsa Pasar
Untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market atau target pasar maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin.   
3.Return On Investment (ROI) / Pengembalian Modal Usaha
Setiap usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi. ROI yang tinggi didapat dengan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka penjualan. 
4. Mempertahankan Pangsa Pasar
Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya penetapan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada. 
5. Tujuan Stabilisasi Harga
Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap bunga, bila suatu perusahaan menurunkan harganya, kak para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka. Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader). 
6. Menjaga Kelangsungan Hidup Perusahaan
Perusahaan yang baik menetapkan harga dengan memperhitungkan segala kemungkinan agar tetap memiliki dana yang cukup untuk tetap menjalankan aktivitas usaha bisnis yang dijalani. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga
Keputusan penetapan harga sebuah perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor perusahaan intemal dan ektemal :
1. Faktor-faktor intemal;
Sasaran perusahaan
Strategi bauran pemasaran
Sertimbangan organisasi

2. Faktor-faktor eksternal;
Pasar dan permintaan
Persaingan 
Lingkungan lain ; ekonomi, sosial, politik, dan pemerintah. 

Metode Penetapan Harga

Secara umum, terdapat 4 metode untuk menetapkan harga yaitu :
1. Berbasis permintaan
Suatu metode yang menekankan pada berbagai faktor yang memengaruhi selera dan kesukaan pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan pelanggan untuk membeli, manfaat yang diberikan produk dan perilaku konsumen secara umum.
2. Berbasis biaya
Faktor penetapan yang dipengaruhi aspek penawaran atau biaya dan bukan aspek permintaan. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran produk yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga menutupi biaya langsung, overhead, dan juga laba/rugi.
3. Berbasis laba
Penetapan yang didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan. Metode ini memiliki 3 pendekatan yaitu, target profit pricing (berdasarkan target keuntungan), target return on sales pricing (berdasarkan penjualan) dan target return on investment pricing sebuah perusahaan.
4. Berbasis persaingan
Metode ini memiliki 3 pendekatan melalui sistem penjualan di bawah harga normal pesaing untuk menarik konsumen, menyamakan harga agar persaingan tidak terlalu besar atau memberi harga lebih tinggi dari pesaingnya dengan asumsi bahwa produk yang mereka tawarkan memiliki kualitas lebih baik.

Memonitor Pergerakan Harga, Produk, dan Kebijakan Distribusi Untuk Kebutuhan Perusahaan
1. Mengawasi naik turun nya harga di sebuah perusahaan 
2. Mengawasi perkembangan produk yang diproduksi oleh perusahaan
3. Mengawasi segala kebijakan agar produk sampai sesuai dengan harapan customer
4. Semuanya dilakukan agar mengetahui apa yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan kedepannya



Kamis, 24 Desember 2020

Bauran Pemasaran: Place ( Bauran Lokasi dan Distribusi)

 

Nama : Rina Eli Novitasari
NIM : 180321100092
Kelas : Manajemen Pemasaran B

Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran

   Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan, karena mudah untuk dijangkau oleh konsumen. Namun dalam hal ini akan menyebabkan biaya sewa menjadi mahal, tetapi mahalnya biaya sewa dapat terkompensasi dengan mengurangi biaya pemasaran. Tempat mengacu pada lokasi di mana produk tersedia dan dapat dijual atau dibeli. Pembeli dapat membeli produk baik dari pasar fisik atau dari pasar virtual. Di pasar fisik, pembeli dan penjual secara fisik dapat bertemu dan berinteraksi satu sama lain sedangkan di pasar virtual pembeli dan penjual bertemu melalui internet.

Kriteria Daerah Kinerja yang Positif Untuk Pemasaran

  Ada beberapa kriteria daerah kinerja yang positif yang dapat digunakan sebagai lokasi pemasaran, antara lain :
1. Tingkat kepadatan penduduk sekitar
Semakin tinggi kepadatan penduduk disuatu daerah, maka semakin besar pula potensi pasar sebuah usaha.
2. Besarnya pendapatan masyarakat sekitar
Tingkat pendapatan masyarakat akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen.
3. Tingkat keramaian kendaraan yang lewat
Dalam hal ini dapat digunakan untuk melihat jenis usaha yang cocok untuk dipasarkan.
4. Daerah yang memiliki tingkat kompetensi yang rendah
Menghindari daerah yang memiliki jenis usaha yang sama, karena hal tersebut akan membuat persaingan yang ketat.
5. Akses menuju daerah usaha
Pilih daerah yang mudah untuk diakses oleh para konsumen.
6. Tingkat keamanan yang mendukung
Pada daerah tersebut pastikan tingkat keamanannya baik, dan pada lokasi sertakan parkiran agar pengunjung merasa nyaman dan tidak was-was untuk meninggalkan kendaraan.
7. Kebersihan 
Selalu pastikan daerah usaha yang bersih agar pelanggan nyaman.

Persyaratan Legislasi Wilayah terkait K3 Dalam Kegiatan Pemasaran

  Ada beberapa syarat Penerapan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) di tempat kerja yang terdapat dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja, meliputi :
1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja 
2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran
3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.
4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat
5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja
7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.
8. Mencegah dan mengendalikan  penyakit akibat kerja (PAK) dan keracunan.
9. Penerangan yang cukup dan sesuai.
10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.
11. Menyediakan ventilasi yang cukup.
12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban. 
13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.
14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.
15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.
16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang
17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya
18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi
  Konsep saluran distribusi tidak hanya terbatas pada saluran distribusi barang berwujud saja. Produsen jasa juga menghadapi masalah serupa yakni bagaimana hasil mereka dapat diperoleh sampai ketangan konsumen. Bagi lembaga penyedia jasa, kebutuhan akan faedah waktu dan tempat menjadi jelas. Jasa harus ditempatkan pada lokasi yang mudah dicapai oleh pemakainya. Secara tradisional kebanyakan jasa-jasa dijual langsung oleh produsen kepada konsumen atau pemakai industrial. Tenaga perantara tidak digunakan jika jasa-jasa tidak dapat dipisahkan dari penjual, atau jika jasa diciptakan dan dipasarkan seketika itu juga.

Kegunaan :

1. Information, yaitu digunakan untuk mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.

2. Promotion, yaitu digunakan untuk pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.

3. Negotiation, yaitu digunakan untuk mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain sehingga memungkinkan perpindahan hak kepemilikan.

4. Ordering, yaitu digunakan untuk pihak distributor dapat memesan barang kepada perusahaan.

5. Payment, yaitu digunakan untuk pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.

6. Title, yaitu digunakan untuk perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang lain.

7. Physical Possession, yaitu digunakan untuk mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan baku hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.

8. Financing, yaitu digunakan untuk meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran pemasaran.

9. Risk Taking, yaitu digunakan untuk menanggung risiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran pemasaran.

Tipe-tipe Distribusi
1. Barang konsumsi, memiliki tipe antara lain :
a) Produsen ke Konsumen 
b) Produsen ke  Pengecer ke Konsumen
c) Produsen ke Pedangan besar ke Pengecer ke Konsumen 
d) Produsen ke Agen ke Pengecer ke Konsumen
e) Produsen ke Agen ke Pedagang besar ke Pengecer ke Konsumen

2. Barang industri, memiliki tipe antara lain :
a) Produsen ke Pemakai Industri
b) Produsen ke Distributor Industri ke Pamakai Industri
c) Produsen ke Agen Distributor ke Industri Pemakai Industri

Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

  Strategi yang dirumuskan dan secara langsung merespon faktor peluang dan ancaman akan memicu lahirnya keunggulan kompetitif perusahaan. Suatu organisasi yang adaptif memungkinkan bahwa aktivitas perusahaan tidak hanya berhenti pada tahap perumusan dan eksekusi strategi, tetapi perusahaan juga disarankan untuk melakukan tahap evaluasi strategi. perbedaan lokasi antara penjual dan pembeli merupakan kasus yang wajib dihadapi oleh perusahaan. Maka dari itu, suatu proses evaluasi mengenai suatu strategi yang seharusnya dilakukan demi pengembangan perusahaan di masa depan. 

  Pengendalian saluran distribusi dapat menjadi suatu masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Penyalur independent merupakan salah satunya, mereka melaksanakan kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri.  Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, meliputi :

a. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. Oleh karena itu program tersebut harus dikordinasikan dengan para penyalur sehingga komunikasi dengan pembeli akhir dan informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tepat.

b. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.

c. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.

d. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif.

Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi
1. Konflik horizontal, merupakan konflik yang terjadi diantara perantara pada tingkat distribusi yang sama. Misalnya : pada obat-obatan yang mana para pengecer lainnya akan terjepit sehingga akan timbul konflik yang tidak diinginkan.
2. Konflik vertikal, dimana dalam konflik vertikal terdapat dua jenis konflik, yaitu : 
a. Produsen dengan pedagang besar, dalam hal menghadapi pedagang besar, produsen akan dihadapkan pada dua pilihan, yaitu menjual langsung kepada konsumen dan menjual langsung kepada pengecer.
b. Produsen dengan pengecer, dalam hal ini konflik timbul karena keduanya merasa berkepentingan dan mempunyai senjata dalam menyalurkan barang-barang ke konsumen akhir.

Kamis, 17 Desember 2020

Bauran Produk

Nama : Rina Eli Novitasari 

NIM : 180321100092 

Kelas : Manajemen Pemasaran B  

Bauran Produk 

    Bauran produk atau yang bisa disebut dengan product mix dapat diartikan sebagai perpaduan atau rangkaian dari semua lini produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan kepada para konsumen atau pelanggannya. Bauran produk sendiri terdiri dari semua lini pada produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan ataupun penjual. Dalam bauran produk dapat memudahkan suatu perusahaan dalam menentukan strategi produk serta dapat memudahkan suatu perusahaan dalam meningkatkan usahanya. 

Ada beberapa dimensi yang terdapat dalam bauran produk, diantaranya : 

1. Kelebaran atau yang biasa disebut widht, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan beberapa lini produk yang sedang ditangani oleh suatu perusahaan. Misalnya, jika dalam perusahaan X terdapat 4 lini produk, maka kelebaran dari bauran produknya juga 4. 

2. Kepanjangan atau yang biasa disebut leght, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan jumlah item yang berada dalam bauran produk tersebut. Misalnya, jika dalam perusahaan X terdapat 4 lini produk serta 2 cabang pada setiap lininya, maka kepanjangan dari bauran produknya dalam perusahaan X tersebut adalah 8. 

3. Kedalaman atau yang biasa disebut depth, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan variasi yang ada dalam setiap produk disuatu perusahaan. Misalnya, jika dalam perusahaan X memproduksi roti dengan 3 ukuran yang berbeda serta memiliki 3 variasi rasa yang berbeda, maka kedalama dari perusahaan X tersebut adalah sebesar 9. 

4. Konsistensi atau yang biasa disebut consistency, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan seberapa erat hubungan pada antar lini produk dengan beberapa ketentuan, diantaranya saluran istribusi, produksi, penggunaan akhir dan lain sebagainya. Misalnya, jika dalam perusahaan X memproduksi minuman dan botol, dimaan keduanya saling berhubungan satu sama lain.  

Arti dan Macam-macam Produk 

    Produk merupakan segala sesuatu yang dapat memberikan nilai yang dapat dipakai, dikonsumsi maupun digunakan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dari konsumen. Sedangkan bauran produk merupakan kumpulan dari berbagai lini serta jenis produk yang telah di buat oleh suatu perusahaan dan akan ditawarkan, dijual, didistribusikan kepada konsumen. 

Terdapat dua macam produk yang sering digunakan oleh suatu perusahaan, yaitu : 

1. Produk Konsumsi 

     Produk konsumsi merupakan suatu produk yang diproduksi oleh suatu produsen ataupun perusahaan yang kemudian akan disalurkan ke konsumen untuk dapat dikonsumsi. Beberapa barang yang termasuk ke dalam konsumsi, meliputi : 

a. Barang kebutuhan sehari-hari Barang kebutuhan sehari-hari merupakan barang yang setiap harinya digunakan untuk memenuhi dibutuhkan konsumen. Produk ini biasanya memiliki harga yang relatif murah serta cepat habis. 

Contohnya : sabun, sampo, deterjen dan lain sebagainya. 

b. Produk berbelanja Barang yang dalam proses pembeliannya dengan cara dibandingkan pada barang yang sejenis berdasarkan mutu, kualitas, harga dan modelnya. 

Contohnya : sepatu, jaket dan lain sebagainya. 

c. Produk khusus Produk yang unik sehingga sebagian orang rela membayar dengan harga yang cukup tinggi untuk mendapatkannya. 

Contohnya : perhiasan, kamera dan lain sebagainya. 

2. Produk Industri 

    Produk industri merupakan produk yang dapat diproduksi oleh seorang perusahaan ataupun produsen kemudian akan dibeli oleh konsumen yang tujuannya akan dijual kembali, serta dipergunakan untuk bahan baku untuk proses produksi yang akan menghasilkan produk baru yang dapat mempunyai manfaat yang lebih. Produk industri di bagi menjadi tiga jenis, meliputi : 

a. Bahan baku dan suku cadang pabrik Bahan baku, merupakan bahan utama yang sangat penting dalam suatu proses produksi. Bahan baku dibagi menjadi dua, yaitu hasil dari pertanian dan hasil dari alam. Hasil dari pertanian dapat meliputi, kapas, jagung, gandum, kayu dan lain sebagainya. Sedangkan pada hasil dari alam meliputi, minyak bumi, besi, timah, dan lain sebagainya. 

b. Barang modal Barang modal, merupakan bahan yang dapat mendukung proses produksi dan bersifat tahan lama. Contohnya : bahan pendukung laptop. 

c. Perlengkapan dan layanan bisnis Barang modal, merupakan bahan yang dapat mempermudah ataupun mempercepat dalam pengelolaan serta memiliki daya tahan yang cukup lama. Contohnya : pelumas pada mesin.  

Strategi Pemasaran Produk 

    Strategi merupakan suatu program yang dapat mendukung tercapainya tujuan pada suatu organisasi ataupun perusahaan. Sedangkan pemasaran produk merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk dapat memahami kebutuhan dari para konsumen dan konsumen dapat merasa puas, sehingga tujuan dari perusahaan tersebut dapat tercapai yaitu mendapatkan keuntungan atau profit. Sehingga strategi pemasaran produk dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara inovatif, kratif dan terarah untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan (Anam, 2013). 

Adapun faktor pendukung yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan untuk dapat mencapai target sasaran yang telah ditentukan, yaitu strategi (Putra et al., 2016). Pada strategi pemasaran produk terdiri dari 4P, diantaranya : 

1. Produk (Product) 

    Produk dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang ditawarkan oleh produsen untuk dapat diperhatikan, digunakan, dibeli, ataupun dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan dari pasar yang bersangkutan. Suatu produk dibuat dengan tujuan untuk membuat para konsumen puas, sehingga dapat secara kontinu melakukan pembelian atas produk tersebut. 

2. Harga (Price) 

     Harga merupakan sejumlah nilai yang harus dikeluarkan oleh konsumen atas produk yang telah dibeli, dikonsumsi ataupun digunakan. Pada penetapa harga dilakukan oleh pihak penjual dan pihak pembeli melalui kegiatan tawar-menawar atau dapat pula penetapan hanya dilakukan oleh penjual dengan memberi harga yang sama untuk setiap pembeli. 

3. Promosi (Promotion) 

     Promosi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk merayu atau menginformasikan produknya kepada masyarakat luas. Hal ini dilakukan agar dapat mempengaruhi pihak lain agar berpartisipasi dalam kegiatan pertukaran. Strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan media sosial baik facebook, instagram, twitter, website maupun youtube. Selain itu dapat juga dengan menerapkan direct marketing agar perusahaan mampu berkomunikasi langsung oleh buyers luar negeri dalam melakukan kegiatan promosi serta penjualan produk. 

4. Tempat (Place) 

    Tempat atau lokasi meliputi lokasi dan sistem penyampaian yang digunakan dalam memasok produk kepada para konsumen. Ada beberapa ketentuan yang harus di perhatikan saat memilih tempat, salah satunya yaitu dekat dengan jalan raya, hal ini dilakukan agar mempermudah para konsumen saat melakukan pertukaran atau pembelian.  

Arti dan Macam-macam Jasa 

    Jasa merupakan suatu kegiatan yang tidak berwujud serta dapat memberikan manfaat ataupun keputusan yang dapat ditawarkan untuk dijual. Bauran pemasaran pada jasa merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk melakukan kegiatan-kegiatan secara maksimal, sehingga akan mendatangkan hasil yang sangat memuaskan. Pada bauran pemasaran jasa berpengaruh terhadap kepuasan dari para konsumen (Wowor, 2012). 

Ada beberapa pemasaran jasa, diantaranya : 

1. Tubuh manusia Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada tubuh manusia. Contohnya : salon, perawatan dan lain sebagainya. 

2. Barang dan benda fisik lainnya Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada barang ataupun benda fisik lainnya. Contohnya : service, penitipan barang dan lain sebagainya. 

3. Pikiran manusia Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada pikiran manusia. Contohnya : pendidikan, bioskop dan lain sebagainya. 

4. Aset yang tidak berwujud Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada aset yang tidak berwujud. Contohnya : asuransi, perbankan dan lain sebagainya.  

Strategi Pemasaran Jasa 

    Strategi pemasaran jasa pada dasarnya merupakan suatu program yang memiliki tujuan serta sasaran serta output selain produk sehingga memiliki nilai tambah bagi konsumennya. Dalam strategi selalu difokuskan terhadap tujuan perusahaan, sumberdaya manusia serta aktivitas yang akan dialokasikan untuk dapat memenuhi peluang serta ancaman yang ada (Putra et al., 2016). Beberapa strategi dalam pemasaran jasa, antara lain :

1. Memberikan layanan efisien

Layanan efisien disini dapat berarti cepat dan tepat, tidak terlalu ribet dan cukup sesuai dengan yang diinginkan konsumen.

2. Meningkatkan kinerja karyawan.

Dalam suatu perusahaan jasa peran karyawan sangatlah krusial, lebih-lebih karyawan marketing. Karena citra karyawan juga menentukan citra perusahaan di mata konsumen.

3. Harga masuk akal

Memberikan harga yang sesuai, dan tidak membeda-bedakan. Dapat mengetahui sikap konsumen, keadaan konsumen memang sangatlah penting, agar konsumen mau menggunakan jasa kita dengan harga yang menurut mereka rasional.

4. Memanfaatkan teknologi

Dijaman modern ini penggunaan teknologi memang sangatlah penting. Penggunaan teknologi ini juga bisa digunakan untuk pemasaran jasa, misalkan dengan mengandalkan marketing atau pemasaran online. 

5. Sesuaikan budaya yang sedang berkembang

Lihatlah budaya, trend yang sedang berkembang sekarang. Karena tentu saja cara pemasaran sekarang dengan 10 tahun lalu berbeda.

Studi Kasus

Pendahuluan :

    PT. Rasa Prima Selaras Palembang merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh PT. Unilever Indonesia sebagai produsen es krim untuk menjual produk tersebut di wilayah Sumatera Selatan khususnya di kota Palembang. Perusahaan tersebut merupakan salah satu faktor penunjang kebutuhan manusia yaitu makanan ringan (snack) dengan kualitas makanan yang baik sehingga konsumen yang membeli merasa puas dan akan membeli lagi serta menjadi pelanggan tetap terhadap produk yang dijual perusahaan tersebut. Selain memiliki strategi, perusahaan juga harus memiliki produk yang baik dan berkualitas. Ada beberapa parameter dalam bauran pemasaran, yaitu lebar, panjang, kedalam, serta konsistensi. Dengan menggunakan parameter tersebut perusahaan mengharapkan dapat memenuhi kebutuhan  konsumen sehingga kepuasan konsumen pun dapat meningkat, apabila konsumen puas maka  menimbulkan consumer loyalty yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.  

Metode Penelitian :

    Penelitian ini menggunakan riset kausal yaitu mencari hubungan sebab akibat antara variabel independent (bauran produk) yang mencakup berbagai aspek yaitu lebar, panjang, kedalaman, dan konsistensi dengan variabel dependent (keputusan konsumen untuk membeli). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei menggunakan kuesioner dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengecer atau outlet/toko yang menjual es krim Wall’s dari PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan penentuan jumlah responden (sampel) sebanyak 56 pengecer atau outlet/toko. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Hasil dan Pembahasan :

    Setelah dilakukan analisis baru dengan menggunakan metode backward maka nilai r square  mengalami perubahan dikarenakan ada variabel yang disingkirkan. Maka keputusan konsumen (pengecer/toko) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang dapat dipengaruhi oleh variabel panjang dan kedalaman lini produk sebesar 28,8%. Berdasarkan persamaan regresi linear berganda dapat diketahui hubungan variabel independen terhadap variabel dependen hanya 2 variabel yang memiliki pengaruh yaitu:
a. Panjang
Koefisien regresi X2 sebesar 0,330 menyatakan bahwa panjang lini produk dapat memberikan pengaruh pada keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima  Selaras Palembang. Sedangkan signifikansinya menunjukkan nilai 0,034, dikarenakan signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan signifikan sehingga variabel panjang lini produk memberikan pengaruh terhadap keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT.
b. Kedalaman
Koefisien regresi X3 sebesar 0,399 menyatakan bahwa kedalaman lini produk dapat memberikan pengaruh pada keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Sedangkan signifikansinya 0,004 yang mana lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan signifikan sehingga variabel kedalaman lini produk memberikan pengaruh terhadap keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang.

Kesimpulan :

Setiap variabel (lebar, panjang, kedalaman, konsistensi) memiliki hubungan terhadap keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Dari hasil analisis empat variabel yang diteliti menggunakan metode backward dinyatakan bahwa hanya dua variabel yang mempengaruhi keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang yaitu variabel panjang lini produk dan variabel kedalaman lini.

Sumber 

Diem, M. J., & Diem, D. A. R. (2001). PENGARUH BAURAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN Studi Kasus: PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Article Journal, 43–48.

 

 

 Daftar Pustaka 

Anam, K. (2013). Strategi pemasaran dan implementasinya dalam lembaga pendidikan. Jurnal Ta’allum, 1(2), 159–161.

Diem, M. J., & Diem, D. A. R. (2001). PENGARUH BAURAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN Studi Kasus: PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Article Journal, 43–48.

Putra, Y. P., Arifin, Z., & Mawardi, M. K. (2016). ANALISIS.STRATEGI,BAURAN PEMASARAN,DALAMlMENINGKATKAN VOLUME.EKSPOR (Studi Pada Bali Pasadena Rattan). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 39(1), 179–184.

Wowor, V. R. (2012). BAURAN PEMASARAN JASA, PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PENGGUNA MOBIL TOYOTA AVANZA VELOZ PT. HASJRAT ABADI MANADO. Jurnal EMBA, 1(4), 1229–1239.

 

 

Kamis, 10 Desember 2020

Penentuan STP Pasar

Nama : Rina Eli Novitasari 

NIM   : 180321100092 

Kelas : Manajemen Pemasaran B  

Konsep Inti STP 

        STP merupakan suatu konsep dari pemasaran yang merupakan penyatuan dari tiga konsep, diantaranya yaitu Segmentasi, Targeting, serta Positioning yang masih dipakai hingga saat ini. Pada dasarnya STP adalah salah satu model dari pemasaran yang dalam penerapannya melibatkan tiga tahapan yaitu mulai dari melakukan segmentasi pasar, menargetkan segmen yang diyakini paling menguntungkan dan juga memposisikan produk yang ingin dijual dengan cara yang paling bernilai. Fokus pertama dalam model pemasaran STP ini ada pada pendekatan audiens bukan produk. Model ini terfokus pada pemilihan segmen yang paling bernilai dari suatu bisnis pada saat merancang strategi pemasaran produk. Hal tersebut agar penyampaian pesan nantinya lebih relevan disetiap segmen audiens tersebut. Konsep STP ini pertama kali dikembangkan yaitu pada tahun 1950-an sampai sekarang ini. Penerapan konsep STP dengan baik dan benar akan akan mampu menghasilkan laba atau profit yang besar bagi suatu perusahaan. Segmentasi dapat dikatakan sebagai inti dari adanya strategi pemasaran. Sehingga jika melakukan kesalahan pada tahapan segmentasi, maka akan berakibat pada tahapan-tahapan selanjutnya yang akan dilaksankan. Selanjutnya yaitu targeting yang mana harus memutuskan untuk memilih kelompok-kelompok yang ada pada suatu produk untuk nantinya dijadikan target market. Seorang marketer dapat menyasar atau mengarahkan strateginya untuk fokus pada segmen di suatu populasi, apabila dapat mengenali segmen dengan spesifik dari suatu populasi yang ada. Terakhir yaitu positioning dimana harus mampu menempatkan produk yang telah dibuat bila disandarkan dengan pesaing-pesaing yang ada.

Ada beberapa kelebihan yang terdapat dalam STP tersebut, diantaranya yaitu :

1. Dapat mengarahkan serta memfokuskan pada strategi pemasaran serta pengembangan produk baru dengan mengalokasikan sumber daya.

2. Mengidentifikasi peluang pertumbuhan pada pasar, hal tersebut dilakukan dengan melihat pelanggan baru serta penggunaan produk.

3. Mencocokkan sumber daya perusahaan yang efektif dan efisien untuk dapat mencapai target segmen pasar yang menjanjikan.

4. Dapat meningkatkan posisi perusahaan menjadi lebih kompetitif.

Konsep Nilai Pelanggan 

        Nilai pelanggan merupakan salah satu konsep dari pemasaran yang dapat meningkatkan kepuasan dari pelanggan. Nilai pelanggan dapat digunakan sebagai suatu pengambilan keputusan serta tindakan yang penting yang mana didalamnya harus dapat menunjukkan prioritas suatu perusahaan yang berkaitan dengan keputusan dari pelanggan. Nilai pelanggan dapat diartikan sebagai perbandingan antara manfaat yang dirasakan oleh pelanggan dengan apa yang pelanggan bayarkan untuk mendapatkan ataupun mengkonsumsi suatu produk tersebut. Dengan adanya nilai pelanggan yang tepat maka akan mampu membuat suatu produk untuk selangkah lebih maju dibanding dengan produk pesaing atau kompetitor. Tolak ukur dari nilai pelanggan dapat dilihat dari lamanya waktu adopsi terhadap harapan serta kebutuhan dari pelanggan dan juga dari banyaknya informasi yang akan diadopsi oleh suatu perusahaan, hal-hal tersebut yang nantinya akan digunakan untuk dapat membangun nilai pelanggan. 

Ada beberapa manfaat nilai pelanggan, diantara yaitu :

1. Dapat menciptakan Kesetiaan serta retensi pada pelanggan.

2. Dapat menumbuhkan pangsa pasar.

3. Dapat membantu ekuitas pelanggan.

4. Dapat membangun hubungan dengan pelanggan dengan benar.

 • Pasar yang meliputi grosir, pengecer, dan eksportir 

        Pasar grosir merupakan suatu tempat kegiatan atau usaha perdagangan yang mampu menjual barang atau produk dalam partai besar serta menjualnya kepada pedagang lain atau dapat pula ke pengecer, sehingga tidak langsung kepada konsumen, misalnya dalam lusinan ataupun kodian. Pasar grosir dapat dimiliki oleh pedagang besar sedangkan pembelinya pedagang eceran lembaga swasta dan lain sebagainya. Kegiatan jual beli grosir biasanya dalam jumlah yang relatif lebih besar serta berhubungan langsung dengan produsen. Dalam pasar grosir barang atau produk akan didapat dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga pasar pada umumnya. 

Beberapa contoh grosir yang berada di surabaya, yaitu : 

1. ITC Mega Grosir Surabaya, merupakan pusat perbelanjaan grosir semua kebutuhan mulai dari garmen, ponsel, fashion, dan lain sebagainya. 

2. Pasar Turi, merupakan pusat grosir terbesar dan legendaris yang berada di Indonesia bagian Timur. 

3. Pusat Grosir Surabaya, merupakan pusat grosir yang memperdagangkan aneka barang kebutuhan mulai dari elektronik hingga pakaian. 

      Pasar pengecer merupakan seluruh kegiatan penjualan yang didalamnya langsung berhubungan dengan konsumen akhir baik pemakaian non bisnis ataupun pribadi. Pedagang ecer memiliki peran yang baik dalam membantu produsen dalam menjual produknya. Hal ini disebabkan karena pedangan ecer merupakan ujung tombak yang langsung berhadapan dengan para konsumen akhir atau pemakai. Motif dari konsumen akhir untuk membeli produk atau barang pada pedagang ecer yaitu kepuasan pribadi yang berasal dari barang yang dibeli. 

Beberapa contoh pasar ecer, yaitu : 

1. Supermarket, merupakan perusahaan eceran besar yang menjual makanan eceran yang beragam dan lengkap. 

2. Departemen store, merupakan organisasi eceran yang menjual beragam dagangan mulai dari pakaian hingga perabotan. 

        Pasar eksportir merupakan suatu kegiatan oleh orang atau suatu perusahaan yang melakukan penjualan barang ke luar negeri dengan menerapkan atau menggunakan sistem pembayaran, kualitas, dan kuantitas, serta syarat penjualan lainnya yang harus telah disetujui oleh pihak eksportir dengan memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Jika dalam kegiatan ekspor dilakukan dalam jumlah yang cukup besar maka akan melibatkan Bea Cukai. Barang atau produk yang diekspor memiliki harus lolos ketentuan yang telah ditetapkan. 

Beberapa contoh perusahaan yang melakukan ekspor, yaitu : 

1. PT Wilman Nabati Indonesia (Grup Wilmar), merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang penghasil minyak sawit mentah (CPO). 

2. PT Adaro Indonesia, merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang batu bara. 3. PT Musim MAS, merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan CPO. 

 • Pelanggan lokal, nasional, dan internasional     

        Pelanggan lokal merupakan kelompok atau orang yang membeli barang ataupun jasa yang dihasilkan dalam ekonomi yang berada di wilayah atau daerah yang sama atau dekat dengan perusahaan yang menghasilkan produk tersebut. Pelanggan lokal pada setiap perusahaan merupakan masyarakat umum yang dapat dengan mudah untuk menerima produk tersebut dari perusahaan. Ada beberapa hal yang diperhatikan pelanggan lokal dalam membeli ataupun mengkonsumsi produk dari perusahaan, diantaranya yaitu kesesuaian dengan kebutuhan, kualitas, serta harga dari produk.  

      Pelanggan nasional merupakan kelompok atau orang yang membeli barang ataupun jasa yang dihasilkan dalam ekonomi yang berada di negara yang sama dengan perusahaan yang menghasilkan produk tersebut. Kepuasan dari pelanggan nasional akan memberikan kemungkinan bahwa pelanggan nasional tersebut akan bertahan dengan produk tersebut dalam waktu yang relatif lama. 

        Pelanggan internasional merupakan kelompok atau orang yang membeli barang ataupun jasa yang dihasilkan dalam ekonomi yang berada di negara yang berbeda dengan perusahaan yang menghasilkan produk tersebut. Dalam hal ini banyak yang perlu diperhatikan karena lingkungan antar negara berbeda. Produk biasanya dilengkapi dengan bahasa tujuan yang mana memuat cara penggunaan dan komposisi. Hal tersebut agar pelanggan mengerti dan merasa nyaman untuk membeli produk tersebut di masa yang mendatang.  

Segmenting 

        Segmentasi merupakan upaya yang dilakukan untuk memetakan pasar (sasaran program) dengan cara memilah-milah konsumen yang sesuai dengan persamaan diantara mereka. Pemilihan juga dapat berdasarkan dari usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka untuk mengkonsumsi suatu produk. Tahapan segmentasi dilakukan dengan membagi pelanggan menjadi sekelompok orang dengan karakteristik serta kebutuhan yang sama. Langkah ini dilakukan agar dapat menyesuaikan pendekatan untyk dapat memenuhi kebutuhan pada masing-masing kelompok dengan cara yang lebih efektif dibandingkan dengan hanya menggunakan satu cara pendekatan untuk semua pelanggan. 

Dalam melakukan segmentasi ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan, diantaranya : 

•Geografi yang nantinya akan mendasarkan pada atribut pribadi audiens seperti halnya pada usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan lain sebagainya. 

•Geografis, yang nantinya akan mendasarkan pada segmentasi pelanggan berdasarkan negara, wilayah, dan lingkungan tertentu. 

•Psikografis, yang nantinya akan mendasarkan pada kepribadian , nilai-nilai, serta gaya hidup. 

•Perilaku, yang nantinya akan mendasarkan pada pengelompokkan orang berdasarkan cara dalam penggunaan produk, loyalitas pada produk, serta manfaat dari produk yang mereka cari.

Ada beberapa manfaat dari segmentasi, diantara yaitu :

1.  Untuk mengidentifikasi peluang dari pengembangan produk.

2. Untuk mendesain program pemasaran dengn lebih efektif dalam meraih kelompok pasar yang homogen.

3. Untuk dpat mengembangkan strategi pengalokasian dari sumber-sumber pemasaran dengan lebih baik lagi.

Targeting 

        Selanjutnya pada tahap kedua yaitu ada targeting, dimana dalam tahap ini berisi pemetaan pasar (sasaran program) serta membidik kelpompok sasaran konsumen mana yang akan disasar. Dalam tahap ini harus dapat mengevalusi adanya potensi dan daya tarik dari segi komersial dalam masing-masing segmen yang telah dikelompokkan tadi. Dengan begitu daoat dilihat kesesuaian antara sumberdaya yang dimiliki dengan target segmen yang dinilai paling potensial dan akan membawa keuntungan bagi produk di suatu perusahaan. 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi serta memilih target, diantaranya : 

• Ukuran, yaitu seberapa besar segmentasi pada pasar tersebut dan potensi yang ada untuk dapat tumbuh dimasa yang akan mendatang. 

• Profitabilitas, yiatu segmentasi mana yang nantinya akan memiliki potensi untuk dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi bagi suatu produk ataupun layanan. 

• Aksesibilitas, yaitu seberapa mudah atau sulit untuk dapat mencapai segmen target pasar tersebut dengan pemasaran yang akan dilakukan. 

• Fokus pada manfaat, yang mana setiap segmen yang ada akan membutuhkan manfaat yang berbeda. 

• Perbedaan, yang mana harus terdapat perbedaan yang terukur antar setiap segmen. 

Positioning 

        Tahapan terakhir yaitu positioning, pada tahap ini berisi penjelasan terkait dengan produk yang akan diberikan kepada customer. Tahapan positioning ini lebih terfokus pada penempatan suatu produk yang apabila disandarkan dengan pesaing atau kompetitor yang ada di pasar. Salah satunya yaitu dapat dengan cara menjelaskan keunggulan yang dimiliki produk kita yang mana tidak dimiliki oleh produk pesaing, hal tersebut akan memberikan nilai tambah pada produk kita dimata konsumen serta dapat menarik minat konsumen. Selain itu dalam positioning juga harus mampu melakukan beberapa hal baik berdasarkan pemakaian produk, kendala produk, serta dampak dari produk tersebut. 

Dalam merumuskan positioning ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya : 

• Tawaran solusi, dapat dilakukan dengan memeriksa kembali kebutuhan serta potensi masalah yang ada dalam masing-masing segmen. Hal tersebut dilakukan agar dapat merancang pesan yang tepat sehingga produk dapat menyelesaikan masalah mereka secara efektif. 

•Identifikasi Unique Selling Proposition, yaitu menemukan jawaban yang tepat mengapa pelanggan harus membeli dan menggunakan produk tersebut. Serta berikan kelebihan yang tidak ditemui pada produk kompetitor yang lain. 

• Kembangkan kampanye pemasaran yang spesifik, yaitu melakukan penawaran yang menarik sehingga pelanggan sulit untuk menolak.

Bisnis Kerajinan Tangan

Kerajinan tangan merupakan suatu kerajinan yang dibuat secara sederhana dimana dalam hal ini tidak banyak menggunakan mesin dan memiliki n...