Selasa, 16 Maret 2021

Bisnis Kerajinan Tangan

Kerajinan tangan merupakan suatu kerajinan yang dibuat secara sederhana dimana dalam hal ini tidak banyak menggunakan mesin dan memiliki nilai keindahan serta nilai fungsi pakai sehingga nantinya memiliki nilai jual yang tinggi. Nilai lebih yang dimiliki sebuah barang kerajinan tangan terletak pada kombinasi antara seni, desain, ekonomis, dan keunikannya yang mana dalam hal ini tidak dapat ditemukan pada produk-produk pabrik atau industri. Hal tersebut dikarenakan pada kerajinan tangan, barang tidak mungkin dapat diproduksi secara persis oleh pelaku usaha lain, sehingga faktor persaingan dapat sedikit diminimalisir yang mana dalam hal ini akan memberi dampak pada lebih longgarnya persaingan harga. Secara umum barang kerajinan tangan akan memiliki harga jual yang lebih tinggi.

Alasan pemilihan bisnis produk kerajinan tangan yaitu peminat yang relatif banyak dimana dalam 5 tahun terakhir pasar kerajinan tangan dapat memberikan pertumbuhan ekonomi yang cukup menjanjikan, yaitu sekitar 9% per tahunnya. Hal tersebut juga didukung pada data terkait ukuran pasar kerajinan tangan di indonesia yang mencapai angka 17,3 triliun rupiah, dimana dalam hal ini sebesar 10,5 triliun rupiah didapatkan dari pasar lokal sedangkan sisanya sebesar 6,8 triliun rupiah dari pasar internasional. Peminat tersebut bukan hanya berasal dari kalangan remaja, tetapi dari kalangan anak-anak hingga dewasa.

Selain itu, pada bisnis kerajinan tangan tidak memerlukan modal yang besar. Hal tersebut dikarenakan barang kerajinan tangan cenderung menggunakan bahan-bahan yang memiliki harga murah bahkan ada pula yang menggunakan bahan-bahan bekas. Sehingga akan memberikan keuntungan tambahan pada pengrajin, sebab dalam hal ini dapat meminimumkan biaya yang ada pada bahan baku. Bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan antara lain kain perca, tali makrame, tali rami, botol plastik, kaleng minuman, pecahan kaca, kardus bekas dan lain sebagainya.

Demikian pendapat saya mengenai alasan dalam pemilihan produk kerajinan tangan. Karena pada dasarnya, suatu bisnis akan mudah berkembang apabila terdapat pasar yang jelas, strategi yang tepat, dan keahlian yang dikuasai dari produsen. Ketiga hal tersebut ada pada produk kerajinan tangan sehingga pemilihan bisnis kerajinan dinilai pilihan yang tepat, disamping itu dibantu dengan adanya teknologi informasi di era sekarang ini seperti media sosial akan mampu membantu mempromosikan barang kerajinan tangan sehingga akan dapat mengembangkan produk dengan mudah.

Jumat, 22 Januari 2021

UAS Manajemen Pemasaran

Nama : Rina Eli Novitasari

NIM : 180321100092

Kelas : Manajemen Pemasaran B

  Suatu produk dapat dikatakan baik apabila memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif, berdasarkan atas hal tersebut, maka beras merah organik memiliki kedua hal tersebut, secara komparatif, beras merah organik dihasilkan dari budidaya tanpa menggunakan atau sedikit bahan kimia, jika dibandingkan dengan beras yang ada dipasaran, maka beras merah organik lebih sehat. Sedangkan untuk keunggulan kompetitifnya tergantung dari pengelola produksinya. Disini saya sebagai manajer di PT. Jaya Indo Abadi dengan target mencapai Rp. 1.000.000.000 pada bulan Januari 2021 dengan melakukan beberapa analisis sebagai berikut :
Analisis STP Pada Produk Beras Merah Organik
Segmentasi
  Beras merah organik akan dipasarkan kepada semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan, baik anak-anak maupun dewasa, serta pada orang atau komunitas yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan yang tinggi, biasanya orang-orang tersebut merupakan orang-orang yang secara ekonomi memiliki daya beli yang lebih atau keluarga menengah ke atas dan bisa dikatakan segmen keluarga mapan dengan penghasilan RP. 3.000.000 keatas.
Targeting
  Target dari pemasaran beras merah organik ini adalah kalangan menengah keatas dengan pendapatan diatas 3 juta per bulannya serta bagi kalangan yang menerapkan pola hidup sehat. Hal tersebut  menjadi aspek potensial dari beras merah organik pada pasar utama. Dikarenakan konsumen menengah keatas memiliki loyalitas, aktif, modern, dan mapan. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan dimasa mendatang.
Positioning
  Perusahaan didirikandi Kabupaten Bojonegoro, karena dinilai wilayah ini memiliki potensi dan lahan pertanian yang cukup baik serta memiliki pasar yang potensial. Pemasaran dilakukan di seluruh Indonesia dengan ukuran penjualan produk yaitu 1 kg dengan harga Rp. 40.000. Desain pada kemasan akan dibuat dengan semenarik mungkin serta berisi kandungan dan manfaat dari beras merah organik tersebut.

Bauran Pemasaran Agar Mencapai Omset
Produk
 Produk yang ditawarkan yaitu beras merah organik yang berasal dari budidaya pertanian organik sehingga tidak menggunakan bahan kimia.
Price
 Karena dalam masa produksi menggunakan bahan-bahan organik dan memiliki banyak kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh, maka beras merah organik memiliki harga yang cukup tinggi. Hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh para konsumen karena seimbang dengan apa yang akan mereka peroleh. Disini PT. Jaya Indo Abadi menetapkan harga yang sebanding dengan kualitas yang dihasilkan. Harga beras merah organik per kg yaitu Rp. 40.000.
Place
 Pendirian lokasi perusahaan yang berada di Kabupaten Bojonegoro dinilai tepat, dapat dilihat dari persediaan bahan baku, saluran pemasaran, cakupan pemasaran, logistik dan transportasi yang berjalan dengan baik. PT. Jaya Indo Abadi juga menggunakan market place dalam pemasaran, hal tersebut dikarenakan pemasaran dilakukan dari Sabang sampai Merauke.
Promosi
 PT. Jaya Indo Abadi melakukan promosi melalui media massa televisi dan sosial media seperti instagram, facebook, dan website. Promosi menggunakan internet marketing juga dilakukan oleh perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar, seperti pada saat pendemi sekarang ini banyak masyarakat yang menggunakan smartphone mereka setiap saat. Hal tersebut menjadi peluang PT. Jaya  Indoa Abadi gencar melakukan promosinya. Perusahaan juga melakukan promosi di hari besar dan melakukan potongan harga khusus di weekend untuk mendongkrak penjualan supaya omzet dapat dipenuhi.

Media Promosi Beras Merah Organik


Analisis Produk Beras Merah Organik di Pasar ASEAN
 Daya saing suatu komoditas produk yang dilihat adalah mengenai harga yang relatif terjangkau denngan kualitas yang baik. Peluang pasar produk beras merah organik di asean masih terbuka lebar. Permintaan akan ekspor juga masih cukup tinggi. Untuk itu perusahaan kami akan mulai melakukan ekspansi pasar ke berbagai negara di asean dengan menargetkan pusat perbelanjaan di wilayah asean. Tetapi sebelum melakukan ekspansi, perusahaan kami akan melakukan analisis pada pasar asean. Hal tersebut dilakukan agar perusahaan dapat melakukan perencanaan dan menyiapkan strategi pemasaran nantinya. Perusahaan juga akan membuat sertifikasi beras merah organik yang berlaku di wilayah asean serta menjaga produk agar tetap tersedia untuk memenuhi permintaan konsumen.  

Kamis, 14 Januari 2021

Mengevaluasi Potensi Ekspor


Nama : Rina Eli Novitasari
NIM : 180321100092
Kelas : Manajemen Pemasaran B

Konsep Keunggulan Komparatif dari Produk, Meliputi : Harga, Kualitas, Kemasan, serta Biaya Produksi.
  Keunggulan komparatif adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh individu, negara maupun perusahaan untuk menghasilkan produk dengan menggunakan sejumlah biaya yang lebih rendah dibandingkan biaya yang dikeluarkan oleh pesaingnya. 
Adapun faktor-faktor kunci utama dalam industri ada empat,yaitu: 
1. Produk dan Kualitas Produk
Penggunaan bahan-bahan yang baik dan layak akan menghindarkan konsumen dari berbagai efek samping yang buruk. Serta, proses yang baik dan bersih dalam memproduksi produk juga menjadikan produk lebih berkualitas.
2  Kemasan
Bentuk kemasan yang menarik dan unik akan berdampak terhadap peningkatan penjualan dan pendapatan bagi perusahaan. Selain itu penggunaan kemasan yang aman juga sangat diperlukan agar kualitas produk tetap terjaga.
3. Harga
Harga identik dengan kualitas produk, tetapi perusahaan harus mencoba menawarkan beragam produk dengan kualitas yang baik serta aman untuk digunakan oleh konsumen dengan harga yang terjangkau.
4. Kualitas
Inovasi produk dilakukan untuk menarik konsumen membeli produk. Adanya inovasi produk yang terus menerus dapat menghilangkan kejenuhan konsumen terhadap satu macam produk.

Ciri-ciri Pasar Potensial dengan Pendekatan Permintaan dan Penawaran
1. Pendekatan Permintaan 
Pendekatan permintaan menekankan tentang kebutuhan manusia yang sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Misalnya, masyarakat di wilayah pedesaan banyak yang pergi ke kota untuk belanja pakaian. Sehingga dapat dikatakan bahwa di desa ini terdapat peluang usaha untuk menyediakan pakaian sesuai kebutuhan masyarakat desa. Dengan adanya pendekatan permintaan dapat digunakan untuk mengetahui jumlah permintaan terhadap produk/jasa yang meliputi : Sasaran pembeli/konsumen, Jumlah konsumen, Jumlah kebutuhan, Total kebutuhan pertahun.
2. Pendekatan Penawaran
Pendekatan penawaran berawal dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk/barang, memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Misalnya, seorang wirausaha memproduksi genteng dengan kualitas yang bersaing. Dengan adanya pendekatan penawaran wirausaha juga dapat mengidentifikasi banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama.

Ciri dan teknis dalam menentukan ceruk pasar
Ciri ceruk pasar :
1. Berspesialisasi secara geografis.
2. Perusahaan sebagai daya beli dan ukurannya cukup besar agar mendapatkan keuntungan.
3. Memiliki potensi untuk berkembang.
4. Memiliki keterampilan dan sumberdaya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pada ceruk pasar secara efektif.
5. Mampu mempertahankan diri dari pesaing besar .

Teknis dalam menentukan ceruk pasar :
1. Mengidentifikasi ketertarikan konsumen
2. Menawarkan produk atau layanan yang unik.
3. Menawarkan produk atau layanan yang unik
4. Melakukan riset pada pesaing.
5. Lakukan uji coba pada ide yang sudah dibuat.

Ciri-ciri Produk yang Marketabel untuk Ekspor
1. Produk yang unik
Produk yang unik dan berbeda, memiliki ciri daya tarik tersendiri bagi konsumen, sehingga mereka memilih produk tersebut dibandingkan produk lainnya yang ada dipasaran. 
2. Memiliki Keunggulan Produk
Memiliki keunggulan produk atau pelayanan yang baik dalam menawarkan produk kepada konsumen, dapat meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk. 
3.Memiliki Harga Saing
Produk yang sering dapat bonus dan harga terjangkau cenderung lebih disukai konsumen, apalagi jika produk yang diekspor dalam jumlah banyak dan mendapat bonus akan membuat konsumen senang.
4. Produk yang limited
Produk yang limited atau terbatas cenderung memiliki daya tarik bagi konsumen,  maka produk tersebut memiliki potensi untuk diekspor.
5. Produk yang berkualitas dan awet
Karena produk ekspor melalui proses pengiriman yang lebih Panjang, maka konsumen akan mempertimbangkan membeli suatu produk berkualitas dan awet ketika digunakan.
6. Produk yang memiliki banyak permintaan
Produk yang memiliki permintaan pasar tinggi di negara yang akan diimpor namun sulit tumbuh di negara tersebut, memiliki peluang tinggi untuk Indonesia melakukan ekspor produk.

Selasa, 05 Januari 2021

Bauran Pemasaran Promosi (Promotion)

Nama : Rina Eli Novitasari
Nim : 180321100092
Kelas : Manajemen Pemasaran B

Konsep Inti

  Konsep promosi adalah sebuah gagasan atau ide sebagai bentuk usaha untuk menawarkan produk atau jasa yang betujuan untuk menarik konsumen agar mau membeli atau mengonsumsi barang atau jasa yang ditawarkan. Konsep promosi dapat diartikan juga sebuah strategi promosi.

Bentuk-bentuk Promosi

1. Pameran dagang, merupakan sebuah pameran yang diadakan sehingga perusahaan dari industri tertentu dapat memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan terbaru mereka, mempelajari aktivitas pesaing dan mengikuti tren dan kesempatan baru.
2. In house promotion, merupakan Kegiatan promosi yang dilakukan secara internal dalam suatu perusahaan.
3. Periklanan, merupakan bentuk komunikasi non individu dengan sejumlah biaya menggunakan media tertentu yang dilaksanakan oleh perusahaan, organisasi non laba ataupun individu. Tujuan utama periklanan adalah meningkatkan permintaan atas produk yang ditawarkan. 
4. Public relation, merupakan sejumlah informasi tentang seseorang, barang, atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa dipungut biaya, ataupun tanpa pengawasan dari sponsor.
5. Familiarisation, merupakan kegiatan promosi untuk mengenalkan keunggulan yang dimiliki oleh produk.
6. Signage, merupakan salah satu sarana iklan yang lama dan secara efektif untuk menyampaikan informasi kepada penonton. 
7. Tampilan (display), merupakan penataan produk barang yang diterapkan perusahaan tertentu dengan tujuan menarik minat konsumen. Display yang menarik juga bertujuan untuk menarik minat konsumen agar membeli produk.

Pemilihan Media Iklan

  Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih media iklan, antara lain:
1. Budget, iklan akan membutuhkan budget tertentu untuk mengiklankan produk kepada konsumen.
2. Segmen pasar, kita tidak bisa melakukan sebuah iklan produk tertentu tanpa mengetahui target atau segmen pasarnya.
3. Materi iklan, dalam hal ini berhubungan dengan media apa yang akan digunakan. Jika materi iklan hanya sebatas text atau tulisan, maka bisa dengan media cetak baik offline maupun online.
4. Media online atau offline atau keduanya, media online atau offline bisa jadi sangat efektif tergantung dari pasar yang ingin diraih.
5. Jasa advertisement, dalam memilih jenis media yang tepat dan efektif, ada baiknya bekerjasama dengan pihak perusahaan advertisement atau iklan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bentuk Promosi

  Menurut swastha & irawan (2008 : 355), adapun beberapa faktor yang mempengaruhi bauran promosi diantarannya yaitu:
1. Jumlah Dana Yang Digunakan Untuk Promosi
2. Sifat pasar
a. Luas pasar secara geografis 
b. Konsentrasi pasar
c. Macam pembeli strategi promosi
3. Jenis produk
4. Tahap-tahap dalam siklus kehidupan barang dalam siklus kehidupan barang
a. Tahap perkenalan perusahaan
b. Tahap pertumbuhan, kedewasaan, dan kejenuhan,  perusahaan
c. Tahap kemunduran atau penurunan, perusahaan

Strategi Promosi Dengan Melihat Siklus Hidup Produk
1. Tahap perkenalan

a. Strategi peluncuran cepat (rapid skimming)

b. Strategi peluncuran lambat (slow skimming)

c. Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration)

d. Strategi penetrasi lambat (slow-penetration)

2. Tahap pertumbuhan

a. Meningkatkan kualitas produk, menambah ciri-ciri atau fitur-fitur produk, serta memperbaiki modelnya.

b. Menambah model baru dan produk penyerta (misal: produk dengan ukuran berbeda, rasa, dan sebagainya untuk melindungi produk utama).

c. Memasuki segmen pasar baru.

d. Meningkatkan cakupan dan memasuki saluran distribusi baru.

e. Beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product-awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk tertentu (product-preference advertising).

f. Menurunkan harga untuk menarik lapisan berikutnya yang sensitif terhadap harga.

3. Tahap kedewasaan
a. Fase kedewasaan bertumbuh (growth maturity)

b. Fase kedewasaaan stabil (stable maturity)

c. Fase kedewasaan menurun (decaying maturity)

4. Tahap penurunan
a. Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar.

b. Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.

c. Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan.

d. Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.

e. Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya.

Kamis, 31 Desember 2020

Bauran Pemasaran Place (Harga)

 

Nama : Rina Eli Novitasari
NIM : 180321100092
Kelas : Manajemen Pemasaran B

Konsep Penetapan Harga
Penetapan harga adalah proses menetapkan nilai yang akan diterima oleh produsen dalam hal pertukaran jasa dan barang. Metode pricing ata penetapan harga dilakukan agar nilai atau biaya yang di tawarkan sesuai dengan produsen dan pelanggan. Harga yang ditentukan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan, nilai yang dirasakan pelanggan, dan nilai dari pesaing.  

Tujuan Penetapan Harga

Berikut merupakan tujuan dari adanya penetapan harga, antara lain:

1. Memaksimalkan Laba
Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka harga yang ditetapkan untuk konsumen akan semakin tinggi. Dalam menetapkan harga sebaiknya turut memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntungan yang diraih dapat maksimum. 
2. Meraih Pangsa Pasar
Untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market atau target pasar maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin.   
3.Return On Investment (ROI) / Pengembalian Modal Usaha
Setiap usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi. ROI yang tinggi didapat dengan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka penjualan. 
4. Mempertahankan Pangsa Pasar
Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya penetapan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada. 
5. Tujuan Stabilisasi Harga
Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap bunga, bila suatu perusahaan menurunkan harganya, kak para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka. Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader). 
6. Menjaga Kelangsungan Hidup Perusahaan
Perusahaan yang baik menetapkan harga dengan memperhitungkan segala kemungkinan agar tetap memiliki dana yang cukup untuk tetap menjalankan aktivitas usaha bisnis yang dijalani. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga
Keputusan penetapan harga sebuah perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor perusahaan intemal dan ektemal :
1. Faktor-faktor intemal;
Sasaran perusahaan
Strategi bauran pemasaran
Sertimbangan organisasi

2. Faktor-faktor eksternal;
Pasar dan permintaan
Persaingan 
Lingkungan lain ; ekonomi, sosial, politik, dan pemerintah. 

Metode Penetapan Harga

Secara umum, terdapat 4 metode untuk menetapkan harga yaitu :
1. Berbasis permintaan
Suatu metode yang menekankan pada berbagai faktor yang memengaruhi selera dan kesukaan pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan pelanggan untuk membeli, manfaat yang diberikan produk dan perilaku konsumen secara umum.
2. Berbasis biaya
Faktor penetapan yang dipengaruhi aspek penawaran atau biaya dan bukan aspek permintaan. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran produk yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga menutupi biaya langsung, overhead, dan juga laba/rugi.
3. Berbasis laba
Penetapan yang didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan. Metode ini memiliki 3 pendekatan yaitu, target profit pricing (berdasarkan target keuntungan), target return on sales pricing (berdasarkan penjualan) dan target return on investment pricing sebuah perusahaan.
4. Berbasis persaingan
Metode ini memiliki 3 pendekatan melalui sistem penjualan di bawah harga normal pesaing untuk menarik konsumen, menyamakan harga agar persaingan tidak terlalu besar atau memberi harga lebih tinggi dari pesaingnya dengan asumsi bahwa produk yang mereka tawarkan memiliki kualitas lebih baik.

Memonitor Pergerakan Harga, Produk, dan Kebijakan Distribusi Untuk Kebutuhan Perusahaan
1. Mengawasi naik turun nya harga di sebuah perusahaan 
2. Mengawasi perkembangan produk yang diproduksi oleh perusahaan
3. Mengawasi segala kebijakan agar produk sampai sesuai dengan harapan customer
4. Semuanya dilakukan agar mengetahui apa yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan kedepannya



Kamis, 24 Desember 2020

Bauran Pemasaran: Place ( Bauran Lokasi dan Distribusi)

 

Nama : Rina Eli Novitasari
NIM : 180321100092
Kelas : Manajemen Pemasaran B

Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran

   Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan, karena mudah untuk dijangkau oleh konsumen. Namun dalam hal ini akan menyebabkan biaya sewa menjadi mahal, tetapi mahalnya biaya sewa dapat terkompensasi dengan mengurangi biaya pemasaran. Tempat mengacu pada lokasi di mana produk tersedia dan dapat dijual atau dibeli. Pembeli dapat membeli produk baik dari pasar fisik atau dari pasar virtual. Di pasar fisik, pembeli dan penjual secara fisik dapat bertemu dan berinteraksi satu sama lain sedangkan di pasar virtual pembeli dan penjual bertemu melalui internet.

Kriteria Daerah Kinerja yang Positif Untuk Pemasaran

  Ada beberapa kriteria daerah kinerja yang positif yang dapat digunakan sebagai lokasi pemasaran, antara lain :
1. Tingkat kepadatan penduduk sekitar
Semakin tinggi kepadatan penduduk disuatu daerah, maka semakin besar pula potensi pasar sebuah usaha.
2. Besarnya pendapatan masyarakat sekitar
Tingkat pendapatan masyarakat akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen.
3. Tingkat keramaian kendaraan yang lewat
Dalam hal ini dapat digunakan untuk melihat jenis usaha yang cocok untuk dipasarkan.
4. Daerah yang memiliki tingkat kompetensi yang rendah
Menghindari daerah yang memiliki jenis usaha yang sama, karena hal tersebut akan membuat persaingan yang ketat.
5. Akses menuju daerah usaha
Pilih daerah yang mudah untuk diakses oleh para konsumen.
6. Tingkat keamanan yang mendukung
Pada daerah tersebut pastikan tingkat keamanannya baik, dan pada lokasi sertakan parkiran agar pengunjung merasa nyaman dan tidak was-was untuk meninggalkan kendaraan.
7. Kebersihan 
Selalu pastikan daerah usaha yang bersih agar pelanggan nyaman.

Persyaratan Legislasi Wilayah terkait K3 Dalam Kegiatan Pemasaran

  Ada beberapa syarat Penerapan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) di tempat kerja yang terdapat dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja, meliputi :
1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja 
2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran
3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.
4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat
5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja
7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.
8. Mencegah dan mengendalikan  penyakit akibat kerja (PAK) dan keracunan.
9. Penerangan yang cukup dan sesuai.
10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.
11. Menyediakan ventilasi yang cukup.
12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban. 
13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.
14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.
15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.
16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang
17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya
18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi
  Konsep saluran distribusi tidak hanya terbatas pada saluran distribusi barang berwujud saja. Produsen jasa juga menghadapi masalah serupa yakni bagaimana hasil mereka dapat diperoleh sampai ketangan konsumen. Bagi lembaga penyedia jasa, kebutuhan akan faedah waktu dan tempat menjadi jelas. Jasa harus ditempatkan pada lokasi yang mudah dicapai oleh pemakainya. Secara tradisional kebanyakan jasa-jasa dijual langsung oleh produsen kepada konsumen atau pemakai industrial. Tenaga perantara tidak digunakan jika jasa-jasa tidak dapat dipisahkan dari penjual, atau jika jasa diciptakan dan dipasarkan seketika itu juga.

Kegunaan :

1. Information, yaitu digunakan untuk mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.

2. Promotion, yaitu digunakan untuk pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.

3. Negotiation, yaitu digunakan untuk mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain sehingga memungkinkan perpindahan hak kepemilikan.

4. Ordering, yaitu digunakan untuk pihak distributor dapat memesan barang kepada perusahaan.

5. Payment, yaitu digunakan untuk pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.

6. Title, yaitu digunakan untuk perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang lain.

7. Physical Possession, yaitu digunakan untuk mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan baku hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.

8. Financing, yaitu digunakan untuk meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran pemasaran.

9. Risk Taking, yaitu digunakan untuk menanggung risiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran pemasaran.

Tipe-tipe Distribusi
1. Barang konsumsi, memiliki tipe antara lain :
a) Produsen ke Konsumen 
b) Produsen ke  Pengecer ke Konsumen
c) Produsen ke Pedangan besar ke Pengecer ke Konsumen 
d) Produsen ke Agen ke Pengecer ke Konsumen
e) Produsen ke Agen ke Pedagang besar ke Pengecer ke Konsumen

2. Barang industri, memiliki tipe antara lain :
a) Produsen ke Pemakai Industri
b) Produsen ke Distributor Industri ke Pamakai Industri
c) Produsen ke Agen Distributor ke Industri Pemakai Industri

Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

  Strategi yang dirumuskan dan secara langsung merespon faktor peluang dan ancaman akan memicu lahirnya keunggulan kompetitif perusahaan. Suatu organisasi yang adaptif memungkinkan bahwa aktivitas perusahaan tidak hanya berhenti pada tahap perumusan dan eksekusi strategi, tetapi perusahaan juga disarankan untuk melakukan tahap evaluasi strategi. perbedaan lokasi antara penjual dan pembeli merupakan kasus yang wajib dihadapi oleh perusahaan. Maka dari itu, suatu proses evaluasi mengenai suatu strategi yang seharusnya dilakukan demi pengembangan perusahaan di masa depan. 

  Pengendalian saluran distribusi dapat menjadi suatu masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Penyalur independent merupakan salah satunya, mereka melaksanakan kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri.  Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, meliputi :

a. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. Oleh karena itu program tersebut harus dikordinasikan dengan para penyalur sehingga komunikasi dengan pembeli akhir dan informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tepat.

b. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.

c. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.

d. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif.

Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi
1. Konflik horizontal, merupakan konflik yang terjadi diantara perantara pada tingkat distribusi yang sama. Misalnya : pada obat-obatan yang mana para pengecer lainnya akan terjepit sehingga akan timbul konflik yang tidak diinginkan.
2. Konflik vertikal, dimana dalam konflik vertikal terdapat dua jenis konflik, yaitu : 
a. Produsen dengan pedagang besar, dalam hal menghadapi pedagang besar, produsen akan dihadapkan pada dua pilihan, yaitu menjual langsung kepada konsumen dan menjual langsung kepada pengecer.
b. Produsen dengan pengecer, dalam hal ini konflik timbul karena keduanya merasa berkepentingan dan mempunyai senjata dalam menyalurkan barang-barang ke konsumen akhir.

Kamis, 17 Desember 2020

Bauran Produk

Nama : Rina Eli Novitasari 

NIM : 180321100092 

Kelas : Manajemen Pemasaran B  

Bauran Produk 

    Bauran produk atau yang bisa disebut dengan product mix dapat diartikan sebagai perpaduan atau rangkaian dari semua lini produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan kepada para konsumen atau pelanggannya. Bauran produk sendiri terdiri dari semua lini pada produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan ataupun penjual. Dalam bauran produk dapat memudahkan suatu perusahaan dalam menentukan strategi produk serta dapat memudahkan suatu perusahaan dalam meningkatkan usahanya. 

Ada beberapa dimensi yang terdapat dalam bauran produk, diantaranya : 

1. Kelebaran atau yang biasa disebut widht, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan beberapa lini produk yang sedang ditangani oleh suatu perusahaan. Misalnya, jika dalam perusahaan X terdapat 4 lini produk, maka kelebaran dari bauran produknya juga 4. 

2. Kepanjangan atau yang biasa disebut leght, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan jumlah item yang berada dalam bauran produk tersebut. Misalnya, jika dalam perusahaan X terdapat 4 lini produk serta 2 cabang pada setiap lininya, maka kepanjangan dari bauran produknya dalam perusahaan X tersebut adalah 8. 

3. Kedalaman atau yang biasa disebut depth, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan variasi yang ada dalam setiap produk disuatu perusahaan. Misalnya, jika dalam perusahaan X memproduksi roti dengan 3 ukuran yang berbeda serta memiliki 3 variasi rasa yang berbeda, maka kedalama dari perusahaan X tersebut adalah sebesar 9. 

4. Konsistensi atau yang biasa disebut consistency, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan seberapa erat hubungan pada antar lini produk dengan beberapa ketentuan, diantaranya saluran istribusi, produksi, penggunaan akhir dan lain sebagainya. Misalnya, jika dalam perusahaan X memproduksi minuman dan botol, dimaan keduanya saling berhubungan satu sama lain.  

Arti dan Macam-macam Produk 

    Produk merupakan segala sesuatu yang dapat memberikan nilai yang dapat dipakai, dikonsumsi maupun digunakan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dari konsumen. Sedangkan bauran produk merupakan kumpulan dari berbagai lini serta jenis produk yang telah di buat oleh suatu perusahaan dan akan ditawarkan, dijual, didistribusikan kepada konsumen. 

Terdapat dua macam produk yang sering digunakan oleh suatu perusahaan, yaitu : 

1. Produk Konsumsi 

     Produk konsumsi merupakan suatu produk yang diproduksi oleh suatu produsen ataupun perusahaan yang kemudian akan disalurkan ke konsumen untuk dapat dikonsumsi. Beberapa barang yang termasuk ke dalam konsumsi, meliputi : 

a. Barang kebutuhan sehari-hari Barang kebutuhan sehari-hari merupakan barang yang setiap harinya digunakan untuk memenuhi dibutuhkan konsumen. Produk ini biasanya memiliki harga yang relatif murah serta cepat habis. 

Contohnya : sabun, sampo, deterjen dan lain sebagainya. 

b. Produk berbelanja Barang yang dalam proses pembeliannya dengan cara dibandingkan pada barang yang sejenis berdasarkan mutu, kualitas, harga dan modelnya. 

Contohnya : sepatu, jaket dan lain sebagainya. 

c. Produk khusus Produk yang unik sehingga sebagian orang rela membayar dengan harga yang cukup tinggi untuk mendapatkannya. 

Contohnya : perhiasan, kamera dan lain sebagainya. 

2. Produk Industri 

    Produk industri merupakan produk yang dapat diproduksi oleh seorang perusahaan ataupun produsen kemudian akan dibeli oleh konsumen yang tujuannya akan dijual kembali, serta dipergunakan untuk bahan baku untuk proses produksi yang akan menghasilkan produk baru yang dapat mempunyai manfaat yang lebih. Produk industri di bagi menjadi tiga jenis, meliputi : 

a. Bahan baku dan suku cadang pabrik Bahan baku, merupakan bahan utama yang sangat penting dalam suatu proses produksi. Bahan baku dibagi menjadi dua, yaitu hasil dari pertanian dan hasil dari alam. Hasil dari pertanian dapat meliputi, kapas, jagung, gandum, kayu dan lain sebagainya. Sedangkan pada hasil dari alam meliputi, minyak bumi, besi, timah, dan lain sebagainya. 

b. Barang modal Barang modal, merupakan bahan yang dapat mendukung proses produksi dan bersifat tahan lama. Contohnya : bahan pendukung laptop. 

c. Perlengkapan dan layanan bisnis Barang modal, merupakan bahan yang dapat mempermudah ataupun mempercepat dalam pengelolaan serta memiliki daya tahan yang cukup lama. Contohnya : pelumas pada mesin.  

Strategi Pemasaran Produk 

    Strategi merupakan suatu program yang dapat mendukung tercapainya tujuan pada suatu organisasi ataupun perusahaan. Sedangkan pemasaran produk merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk dapat memahami kebutuhan dari para konsumen dan konsumen dapat merasa puas, sehingga tujuan dari perusahaan tersebut dapat tercapai yaitu mendapatkan keuntungan atau profit. Sehingga strategi pemasaran produk dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara inovatif, kratif dan terarah untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan (Anam, 2013). 

Adapun faktor pendukung yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan untuk dapat mencapai target sasaran yang telah ditentukan, yaitu strategi (Putra et al., 2016). Pada strategi pemasaran produk terdiri dari 4P, diantaranya : 

1. Produk (Product) 

    Produk dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang ditawarkan oleh produsen untuk dapat diperhatikan, digunakan, dibeli, ataupun dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan dari pasar yang bersangkutan. Suatu produk dibuat dengan tujuan untuk membuat para konsumen puas, sehingga dapat secara kontinu melakukan pembelian atas produk tersebut. 

2. Harga (Price) 

     Harga merupakan sejumlah nilai yang harus dikeluarkan oleh konsumen atas produk yang telah dibeli, dikonsumsi ataupun digunakan. Pada penetapa harga dilakukan oleh pihak penjual dan pihak pembeli melalui kegiatan tawar-menawar atau dapat pula penetapan hanya dilakukan oleh penjual dengan memberi harga yang sama untuk setiap pembeli. 

3. Promosi (Promotion) 

     Promosi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk merayu atau menginformasikan produknya kepada masyarakat luas. Hal ini dilakukan agar dapat mempengaruhi pihak lain agar berpartisipasi dalam kegiatan pertukaran. Strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan media sosial baik facebook, instagram, twitter, website maupun youtube. Selain itu dapat juga dengan menerapkan direct marketing agar perusahaan mampu berkomunikasi langsung oleh buyers luar negeri dalam melakukan kegiatan promosi serta penjualan produk. 

4. Tempat (Place) 

    Tempat atau lokasi meliputi lokasi dan sistem penyampaian yang digunakan dalam memasok produk kepada para konsumen. Ada beberapa ketentuan yang harus di perhatikan saat memilih tempat, salah satunya yaitu dekat dengan jalan raya, hal ini dilakukan agar mempermudah para konsumen saat melakukan pertukaran atau pembelian.  

Arti dan Macam-macam Jasa 

    Jasa merupakan suatu kegiatan yang tidak berwujud serta dapat memberikan manfaat ataupun keputusan yang dapat ditawarkan untuk dijual. Bauran pemasaran pada jasa merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk melakukan kegiatan-kegiatan secara maksimal, sehingga akan mendatangkan hasil yang sangat memuaskan. Pada bauran pemasaran jasa berpengaruh terhadap kepuasan dari para konsumen (Wowor, 2012). 

Ada beberapa pemasaran jasa, diantaranya : 

1. Tubuh manusia Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada tubuh manusia. Contohnya : salon, perawatan dan lain sebagainya. 

2. Barang dan benda fisik lainnya Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada barang ataupun benda fisik lainnya. Contohnya : service, penitipan barang dan lain sebagainya. 

3. Pikiran manusia Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada pikiran manusia. Contohnya : pendidikan, bioskop dan lain sebagainya. 

4. Aset yang tidak berwujud Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada aset yang tidak berwujud. Contohnya : asuransi, perbankan dan lain sebagainya.  

Strategi Pemasaran Jasa 

    Strategi pemasaran jasa pada dasarnya merupakan suatu program yang memiliki tujuan serta sasaran serta output selain produk sehingga memiliki nilai tambah bagi konsumennya. Dalam strategi selalu difokuskan terhadap tujuan perusahaan, sumberdaya manusia serta aktivitas yang akan dialokasikan untuk dapat memenuhi peluang serta ancaman yang ada (Putra et al., 2016). Beberapa strategi dalam pemasaran jasa, antara lain :

1. Memberikan layanan efisien

Layanan efisien disini dapat berarti cepat dan tepat, tidak terlalu ribet dan cukup sesuai dengan yang diinginkan konsumen.

2. Meningkatkan kinerja karyawan.

Dalam suatu perusahaan jasa peran karyawan sangatlah krusial, lebih-lebih karyawan marketing. Karena citra karyawan juga menentukan citra perusahaan di mata konsumen.

3. Harga masuk akal

Memberikan harga yang sesuai, dan tidak membeda-bedakan. Dapat mengetahui sikap konsumen, keadaan konsumen memang sangatlah penting, agar konsumen mau menggunakan jasa kita dengan harga yang menurut mereka rasional.

4. Memanfaatkan teknologi

Dijaman modern ini penggunaan teknologi memang sangatlah penting. Penggunaan teknologi ini juga bisa digunakan untuk pemasaran jasa, misalkan dengan mengandalkan marketing atau pemasaran online. 

5. Sesuaikan budaya yang sedang berkembang

Lihatlah budaya, trend yang sedang berkembang sekarang. Karena tentu saja cara pemasaran sekarang dengan 10 tahun lalu berbeda.

Studi Kasus

Pendahuluan :

    PT. Rasa Prima Selaras Palembang merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh PT. Unilever Indonesia sebagai produsen es krim untuk menjual produk tersebut di wilayah Sumatera Selatan khususnya di kota Palembang. Perusahaan tersebut merupakan salah satu faktor penunjang kebutuhan manusia yaitu makanan ringan (snack) dengan kualitas makanan yang baik sehingga konsumen yang membeli merasa puas dan akan membeli lagi serta menjadi pelanggan tetap terhadap produk yang dijual perusahaan tersebut. Selain memiliki strategi, perusahaan juga harus memiliki produk yang baik dan berkualitas. Ada beberapa parameter dalam bauran pemasaran, yaitu lebar, panjang, kedalam, serta konsistensi. Dengan menggunakan parameter tersebut perusahaan mengharapkan dapat memenuhi kebutuhan  konsumen sehingga kepuasan konsumen pun dapat meningkat, apabila konsumen puas maka  menimbulkan consumer loyalty yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.  

Metode Penelitian :

    Penelitian ini menggunakan riset kausal yaitu mencari hubungan sebab akibat antara variabel independent (bauran produk) yang mencakup berbagai aspek yaitu lebar, panjang, kedalaman, dan konsistensi dengan variabel dependent (keputusan konsumen untuk membeli). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei menggunakan kuesioner dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengecer atau outlet/toko yang menjual es krim Wall’s dari PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan penentuan jumlah responden (sampel) sebanyak 56 pengecer atau outlet/toko. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Hasil dan Pembahasan :

    Setelah dilakukan analisis baru dengan menggunakan metode backward maka nilai r square  mengalami perubahan dikarenakan ada variabel yang disingkirkan. Maka keputusan konsumen (pengecer/toko) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang dapat dipengaruhi oleh variabel panjang dan kedalaman lini produk sebesar 28,8%. Berdasarkan persamaan regresi linear berganda dapat diketahui hubungan variabel independen terhadap variabel dependen hanya 2 variabel yang memiliki pengaruh yaitu:
a. Panjang
Koefisien regresi X2 sebesar 0,330 menyatakan bahwa panjang lini produk dapat memberikan pengaruh pada keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima  Selaras Palembang. Sedangkan signifikansinya menunjukkan nilai 0,034, dikarenakan signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan signifikan sehingga variabel panjang lini produk memberikan pengaruh terhadap keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT.
b. Kedalaman
Koefisien regresi X3 sebesar 0,399 menyatakan bahwa kedalaman lini produk dapat memberikan pengaruh pada keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Sedangkan signifikansinya 0,004 yang mana lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan signifikan sehingga variabel kedalaman lini produk memberikan pengaruh terhadap keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang.

Kesimpulan :

Setiap variabel (lebar, panjang, kedalaman, konsistensi) memiliki hubungan terhadap keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Dari hasil analisis empat variabel yang diteliti menggunakan metode backward dinyatakan bahwa hanya dua variabel yang mempengaruhi keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang yaitu variabel panjang lini produk dan variabel kedalaman lini.

Sumber 

Diem, M. J., & Diem, D. A. R. (2001). PENGARUH BAURAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN Studi Kasus: PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Article Journal, 43–48.

 

 

 Daftar Pustaka 

Anam, K. (2013). Strategi pemasaran dan implementasinya dalam lembaga pendidikan. Jurnal Ta’allum, 1(2), 159–161.

Diem, M. J., & Diem, D. A. R. (2001). PENGARUH BAURAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN Studi Kasus: PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Article Journal, 43–48.

Putra, Y. P., Arifin, Z., & Mawardi, M. K. (2016). ANALISIS.STRATEGI,BAURAN PEMASARAN,DALAMlMENINGKATKAN VOLUME.EKSPOR (Studi Pada Bali Pasadena Rattan). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 39(1), 179–184.

Wowor, V. R. (2012). BAURAN PEMASARAN JASA, PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PENGGUNA MOBIL TOYOTA AVANZA VELOZ PT. HASJRAT ABADI MANADO. Jurnal EMBA, 1(4), 1229–1239.

 

 

Bisnis Kerajinan Tangan

Kerajinan tangan merupakan suatu kerajinan yang dibuat secara sederhana dimana dalam hal ini tidak banyak menggunakan mesin dan memiliki n...