Jumat, 22 Januari 2021

UAS Manajemen Pemasaran

Nama : Rina Eli Novitasari

NIM : 180321100092

Kelas : Manajemen Pemasaran B

  Suatu produk dapat dikatakan baik apabila memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif, berdasarkan atas hal tersebut, maka beras merah organik memiliki kedua hal tersebut, secara komparatif, beras merah organik dihasilkan dari budidaya tanpa menggunakan atau sedikit bahan kimia, jika dibandingkan dengan beras yang ada dipasaran, maka beras merah organik lebih sehat. Sedangkan untuk keunggulan kompetitifnya tergantung dari pengelola produksinya. Disini saya sebagai manajer di PT. Jaya Indo Abadi dengan target mencapai Rp. 1.000.000.000 pada bulan Januari 2021 dengan melakukan beberapa analisis sebagai berikut :
Analisis STP Pada Produk Beras Merah Organik
Segmentasi
  Beras merah organik akan dipasarkan kepada semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan, baik anak-anak maupun dewasa, serta pada orang atau komunitas yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan yang tinggi, biasanya orang-orang tersebut merupakan orang-orang yang secara ekonomi memiliki daya beli yang lebih atau keluarga menengah ke atas dan bisa dikatakan segmen keluarga mapan dengan penghasilan RP. 3.000.000 keatas.
Targeting
  Target dari pemasaran beras merah organik ini adalah kalangan menengah keatas dengan pendapatan diatas 3 juta per bulannya serta bagi kalangan yang menerapkan pola hidup sehat. Hal tersebut  menjadi aspek potensial dari beras merah organik pada pasar utama. Dikarenakan konsumen menengah keatas memiliki loyalitas, aktif, modern, dan mapan. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan dimasa mendatang.
Positioning
  Perusahaan didirikandi Kabupaten Bojonegoro, karena dinilai wilayah ini memiliki potensi dan lahan pertanian yang cukup baik serta memiliki pasar yang potensial. Pemasaran dilakukan di seluruh Indonesia dengan ukuran penjualan produk yaitu 1 kg dengan harga Rp. 40.000. Desain pada kemasan akan dibuat dengan semenarik mungkin serta berisi kandungan dan manfaat dari beras merah organik tersebut.

Bauran Pemasaran Agar Mencapai Omset
Produk
 Produk yang ditawarkan yaitu beras merah organik yang berasal dari budidaya pertanian organik sehingga tidak menggunakan bahan kimia.
Price
 Karena dalam masa produksi menggunakan bahan-bahan organik dan memiliki banyak kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh, maka beras merah organik memiliki harga yang cukup tinggi. Hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh para konsumen karena seimbang dengan apa yang akan mereka peroleh. Disini PT. Jaya Indo Abadi menetapkan harga yang sebanding dengan kualitas yang dihasilkan. Harga beras merah organik per kg yaitu Rp. 40.000.
Place
 Pendirian lokasi perusahaan yang berada di Kabupaten Bojonegoro dinilai tepat, dapat dilihat dari persediaan bahan baku, saluran pemasaran, cakupan pemasaran, logistik dan transportasi yang berjalan dengan baik. PT. Jaya Indo Abadi juga menggunakan market place dalam pemasaran, hal tersebut dikarenakan pemasaran dilakukan dari Sabang sampai Merauke.
Promosi
 PT. Jaya Indo Abadi melakukan promosi melalui media massa televisi dan sosial media seperti instagram, facebook, dan website. Promosi menggunakan internet marketing juga dilakukan oleh perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar, seperti pada saat pendemi sekarang ini banyak masyarakat yang menggunakan smartphone mereka setiap saat. Hal tersebut menjadi peluang PT. Jaya  Indoa Abadi gencar melakukan promosinya. Perusahaan juga melakukan promosi di hari besar dan melakukan potongan harga khusus di weekend untuk mendongkrak penjualan supaya omzet dapat dipenuhi.

Media Promosi Beras Merah Organik


Analisis Produk Beras Merah Organik di Pasar ASEAN
 Daya saing suatu komoditas produk yang dilihat adalah mengenai harga yang relatif terjangkau denngan kualitas yang baik. Peluang pasar produk beras merah organik di asean masih terbuka lebar. Permintaan akan ekspor juga masih cukup tinggi. Untuk itu perusahaan kami akan mulai melakukan ekspansi pasar ke berbagai negara di asean dengan menargetkan pusat perbelanjaan di wilayah asean. Tetapi sebelum melakukan ekspansi, perusahaan kami akan melakukan analisis pada pasar asean. Hal tersebut dilakukan agar perusahaan dapat melakukan perencanaan dan menyiapkan strategi pemasaran nantinya. Perusahaan juga akan membuat sertifikasi beras merah organik yang berlaku di wilayah asean serta menjaga produk agar tetap tersedia untuk memenuhi permintaan konsumen.  

Kamis, 14 Januari 2021

Mengevaluasi Potensi Ekspor


Nama : Rina Eli Novitasari
NIM : 180321100092
Kelas : Manajemen Pemasaran B

Konsep Keunggulan Komparatif dari Produk, Meliputi : Harga, Kualitas, Kemasan, serta Biaya Produksi.
  Keunggulan komparatif adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh individu, negara maupun perusahaan untuk menghasilkan produk dengan menggunakan sejumlah biaya yang lebih rendah dibandingkan biaya yang dikeluarkan oleh pesaingnya. 
Adapun faktor-faktor kunci utama dalam industri ada empat,yaitu: 
1. Produk dan Kualitas Produk
Penggunaan bahan-bahan yang baik dan layak akan menghindarkan konsumen dari berbagai efek samping yang buruk. Serta, proses yang baik dan bersih dalam memproduksi produk juga menjadikan produk lebih berkualitas.
2  Kemasan
Bentuk kemasan yang menarik dan unik akan berdampak terhadap peningkatan penjualan dan pendapatan bagi perusahaan. Selain itu penggunaan kemasan yang aman juga sangat diperlukan agar kualitas produk tetap terjaga.
3. Harga
Harga identik dengan kualitas produk, tetapi perusahaan harus mencoba menawarkan beragam produk dengan kualitas yang baik serta aman untuk digunakan oleh konsumen dengan harga yang terjangkau.
4. Kualitas
Inovasi produk dilakukan untuk menarik konsumen membeli produk. Adanya inovasi produk yang terus menerus dapat menghilangkan kejenuhan konsumen terhadap satu macam produk.

Ciri-ciri Pasar Potensial dengan Pendekatan Permintaan dan Penawaran
1. Pendekatan Permintaan 
Pendekatan permintaan menekankan tentang kebutuhan manusia yang sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Misalnya, masyarakat di wilayah pedesaan banyak yang pergi ke kota untuk belanja pakaian. Sehingga dapat dikatakan bahwa di desa ini terdapat peluang usaha untuk menyediakan pakaian sesuai kebutuhan masyarakat desa. Dengan adanya pendekatan permintaan dapat digunakan untuk mengetahui jumlah permintaan terhadap produk/jasa yang meliputi : Sasaran pembeli/konsumen, Jumlah konsumen, Jumlah kebutuhan, Total kebutuhan pertahun.
2. Pendekatan Penawaran
Pendekatan penawaran berawal dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk/barang, memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Misalnya, seorang wirausaha memproduksi genteng dengan kualitas yang bersaing. Dengan adanya pendekatan penawaran wirausaha juga dapat mengidentifikasi banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama.

Ciri dan teknis dalam menentukan ceruk pasar
Ciri ceruk pasar :
1. Berspesialisasi secara geografis.
2. Perusahaan sebagai daya beli dan ukurannya cukup besar agar mendapatkan keuntungan.
3. Memiliki potensi untuk berkembang.
4. Memiliki keterampilan dan sumberdaya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pada ceruk pasar secara efektif.
5. Mampu mempertahankan diri dari pesaing besar .

Teknis dalam menentukan ceruk pasar :
1. Mengidentifikasi ketertarikan konsumen
2. Menawarkan produk atau layanan yang unik.
3. Menawarkan produk atau layanan yang unik
4. Melakukan riset pada pesaing.
5. Lakukan uji coba pada ide yang sudah dibuat.

Ciri-ciri Produk yang Marketabel untuk Ekspor
1. Produk yang unik
Produk yang unik dan berbeda, memiliki ciri daya tarik tersendiri bagi konsumen, sehingga mereka memilih produk tersebut dibandingkan produk lainnya yang ada dipasaran. 
2. Memiliki Keunggulan Produk
Memiliki keunggulan produk atau pelayanan yang baik dalam menawarkan produk kepada konsumen, dapat meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk. 
3.Memiliki Harga Saing
Produk yang sering dapat bonus dan harga terjangkau cenderung lebih disukai konsumen, apalagi jika produk yang diekspor dalam jumlah banyak dan mendapat bonus akan membuat konsumen senang.
4. Produk yang limited
Produk yang limited atau terbatas cenderung memiliki daya tarik bagi konsumen,  maka produk tersebut memiliki potensi untuk diekspor.
5. Produk yang berkualitas dan awet
Karena produk ekspor melalui proses pengiriman yang lebih Panjang, maka konsumen akan mempertimbangkan membeli suatu produk berkualitas dan awet ketika digunakan.
6. Produk yang memiliki banyak permintaan
Produk yang memiliki permintaan pasar tinggi di negara yang akan diimpor namun sulit tumbuh di negara tersebut, memiliki peluang tinggi untuk Indonesia melakukan ekspor produk.

Selasa, 05 Januari 2021

Bauran Pemasaran Promosi (Promotion)

Nama : Rina Eli Novitasari
Nim : 180321100092
Kelas : Manajemen Pemasaran B

Konsep Inti

  Konsep promosi adalah sebuah gagasan atau ide sebagai bentuk usaha untuk menawarkan produk atau jasa yang betujuan untuk menarik konsumen agar mau membeli atau mengonsumsi barang atau jasa yang ditawarkan. Konsep promosi dapat diartikan juga sebuah strategi promosi.

Bentuk-bentuk Promosi

1. Pameran dagang, merupakan sebuah pameran yang diadakan sehingga perusahaan dari industri tertentu dapat memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan terbaru mereka, mempelajari aktivitas pesaing dan mengikuti tren dan kesempatan baru.
2. In house promotion, merupakan Kegiatan promosi yang dilakukan secara internal dalam suatu perusahaan.
3. Periklanan, merupakan bentuk komunikasi non individu dengan sejumlah biaya menggunakan media tertentu yang dilaksanakan oleh perusahaan, organisasi non laba ataupun individu. Tujuan utama periklanan adalah meningkatkan permintaan atas produk yang ditawarkan. 
4. Public relation, merupakan sejumlah informasi tentang seseorang, barang, atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa dipungut biaya, ataupun tanpa pengawasan dari sponsor.
5. Familiarisation, merupakan kegiatan promosi untuk mengenalkan keunggulan yang dimiliki oleh produk.
6. Signage, merupakan salah satu sarana iklan yang lama dan secara efektif untuk menyampaikan informasi kepada penonton. 
7. Tampilan (display), merupakan penataan produk barang yang diterapkan perusahaan tertentu dengan tujuan menarik minat konsumen. Display yang menarik juga bertujuan untuk menarik minat konsumen agar membeli produk.

Pemilihan Media Iklan

  Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih media iklan, antara lain:
1. Budget, iklan akan membutuhkan budget tertentu untuk mengiklankan produk kepada konsumen.
2. Segmen pasar, kita tidak bisa melakukan sebuah iklan produk tertentu tanpa mengetahui target atau segmen pasarnya.
3. Materi iklan, dalam hal ini berhubungan dengan media apa yang akan digunakan. Jika materi iklan hanya sebatas text atau tulisan, maka bisa dengan media cetak baik offline maupun online.
4. Media online atau offline atau keduanya, media online atau offline bisa jadi sangat efektif tergantung dari pasar yang ingin diraih.
5. Jasa advertisement, dalam memilih jenis media yang tepat dan efektif, ada baiknya bekerjasama dengan pihak perusahaan advertisement atau iklan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bentuk Promosi

  Menurut swastha & irawan (2008 : 355), adapun beberapa faktor yang mempengaruhi bauran promosi diantarannya yaitu:
1. Jumlah Dana Yang Digunakan Untuk Promosi
2. Sifat pasar
a. Luas pasar secara geografis 
b. Konsentrasi pasar
c. Macam pembeli strategi promosi
3. Jenis produk
4. Tahap-tahap dalam siklus kehidupan barang dalam siklus kehidupan barang
a. Tahap perkenalan perusahaan
b. Tahap pertumbuhan, kedewasaan, dan kejenuhan,  perusahaan
c. Tahap kemunduran atau penurunan, perusahaan

Strategi Promosi Dengan Melihat Siklus Hidup Produk
1. Tahap perkenalan

a. Strategi peluncuran cepat (rapid skimming)

b. Strategi peluncuran lambat (slow skimming)

c. Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration)

d. Strategi penetrasi lambat (slow-penetration)

2. Tahap pertumbuhan

a. Meningkatkan kualitas produk, menambah ciri-ciri atau fitur-fitur produk, serta memperbaiki modelnya.

b. Menambah model baru dan produk penyerta (misal: produk dengan ukuran berbeda, rasa, dan sebagainya untuk melindungi produk utama).

c. Memasuki segmen pasar baru.

d. Meningkatkan cakupan dan memasuki saluran distribusi baru.

e. Beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product-awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk tertentu (product-preference advertising).

f. Menurunkan harga untuk menarik lapisan berikutnya yang sensitif terhadap harga.

3. Tahap kedewasaan
a. Fase kedewasaan bertumbuh (growth maturity)

b. Fase kedewasaaan stabil (stable maturity)

c. Fase kedewasaan menurun (decaying maturity)

4. Tahap penurunan
a. Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar.

b. Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.

c. Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan.

d. Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.

e. Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya.

Bisnis Kerajinan Tangan

Kerajinan tangan merupakan suatu kerajinan yang dibuat secara sederhana dimana dalam hal ini tidak banyak menggunakan mesin dan memiliki n...