Kamis, 17 Desember 2020

Bauran Produk

Nama : Rina Eli Novitasari 

NIM : 180321100092 

Kelas : Manajemen Pemasaran B  

Bauran Produk 

    Bauran produk atau yang bisa disebut dengan product mix dapat diartikan sebagai perpaduan atau rangkaian dari semua lini produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan kepada para konsumen atau pelanggannya. Bauran produk sendiri terdiri dari semua lini pada produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan ataupun penjual. Dalam bauran produk dapat memudahkan suatu perusahaan dalam menentukan strategi produk serta dapat memudahkan suatu perusahaan dalam meningkatkan usahanya. 

Ada beberapa dimensi yang terdapat dalam bauran produk, diantaranya : 

1. Kelebaran atau yang biasa disebut widht, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan beberapa lini produk yang sedang ditangani oleh suatu perusahaan. Misalnya, jika dalam perusahaan X terdapat 4 lini produk, maka kelebaran dari bauran produknya juga 4. 

2. Kepanjangan atau yang biasa disebut leght, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan jumlah item yang berada dalam bauran produk tersebut. Misalnya, jika dalam perusahaan X terdapat 4 lini produk serta 2 cabang pada setiap lininya, maka kepanjangan dari bauran produknya dalam perusahaan X tersebut adalah 8. 

3. Kedalaman atau yang biasa disebut depth, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan variasi yang ada dalam setiap produk disuatu perusahaan. Misalnya, jika dalam perusahaan X memproduksi roti dengan 3 ukuran yang berbeda serta memiliki 3 variasi rasa yang berbeda, maka kedalama dari perusahaan X tersebut adalah sebesar 9. 

4. Konsistensi atau yang biasa disebut consistency, yang mana dalam hal ini akan berhubungan dengan seberapa erat hubungan pada antar lini produk dengan beberapa ketentuan, diantaranya saluran istribusi, produksi, penggunaan akhir dan lain sebagainya. Misalnya, jika dalam perusahaan X memproduksi minuman dan botol, dimaan keduanya saling berhubungan satu sama lain.  

Arti dan Macam-macam Produk 

    Produk merupakan segala sesuatu yang dapat memberikan nilai yang dapat dipakai, dikonsumsi maupun digunakan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dari konsumen. Sedangkan bauran produk merupakan kumpulan dari berbagai lini serta jenis produk yang telah di buat oleh suatu perusahaan dan akan ditawarkan, dijual, didistribusikan kepada konsumen. 

Terdapat dua macam produk yang sering digunakan oleh suatu perusahaan, yaitu : 

1. Produk Konsumsi 

     Produk konsumsi merupakan suatu produk yang diproduksi oleh suatu produsen ataupun perusahaan yang kemudian akan disalurkan ke konsumen untuk dapat dikonsumsi. Beberapa barang yang termasuk ke dalam konsumsi, meliputi : 

a. Barang kebutuhan sehari-hari Barang kebutuhan sehari-hari merupakan barang yang setiap harinya digunakan untuk memenuhi dibutuhkan konsumen. Produk ini biasanya memiliki harga yang relatif murah serta cepat habis. 

Contohnya : sabun, sampo, deterjen dan lain sebagainya. 

b. Produk berbelanja Barang yang dalam proses pembeliannya dengan cara dibandingkan pada barang yang sejenis berdasarkan mutu, kualitas, harga dan modelnya. 

Contohnya : sepatu, jaket dan lain sebagainya. 

c. Produk khusus Produk yang unik sehingga sebagian orang rela membayar dengan harga yang cukup tinggi untuk mendapatkannya. 

Contohnya : perhiasan, kamera dan lain sebagainya. 

2. Produk Industri 

    Produk industri merupakan produk yang dapat diproduksi oleh seorang perusahaan ataupun produsen kemudian akan dibeli oleh konsumen yang tujuannya akan dijual kembali, serta dipergunakan untuk bahan baku untuk proses produksi yang akan menghasilkan produk baru yang dapat mempunyai manfaat yang lebih. Produk industri di bagi menjadi tiga jenis, meliputi : 

a. Bahan baku dan suku cadang pabrik Bahan baku, merupakan bahan utama yang sangat penting dalam suatu proses produksi. Bahan baku dibagi menjadi dua, yaitu hasil dari pertanian dan hasil dari alam. Hasil dari pertanian dapat meliputi, kapas, jagung, gandum, kayu dan lain sebagainya. Sedangkan pada hasil dari alam meliputi, minyak bumi, besi, timah, dan lain sebagainya. 

b. Barang modal Barang modal, merupakan bahan yang dapat mendukung proses produksi dan bersifat tahan lama. Contohnya : bahan pendukung laptop. 

c. Perlengkapan dan layanan bisnis Barang modal, merupakan bahan yang dapat mempermudah ataupun mempercepat dalam pengelolaan serta memiliki daya tahan yang cukup lama. Contohnya : pelumas pada mesin.  

Strategi Pemasaran Produk 

    Strategi merupakan suatu program yang dapat mendukung tercapainya tujuan pada suatu organisasi ataupun perusahaan. Sedangkan pemasaran produk merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk dapat memahami kebutuhan dari para konsumen dan konsumen dapat merasa puas, sehingga tujuan dari perusahaan tersebut dapat tercapai yaitu mendapatkan keuntungan atau profit. Sehingga strategi pemasaran produk dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara inovatif, kratif dan terarah untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan (Anam, 2013). 

Adapun faktor pendukung yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan untuk dapat mencapai target sasaran yang telah ditentukan, yaitu strategi (Putra et al., 2016). Pada strategi pemasaran produk terdiri dari 4P, diantaranya : 

1. Produk (Product) 

    Produk dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang ditawarkan oleh produsen untuk dapat diperhatikan, digunakan, dibeli, ataupun dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan dari pasar yang bersangkutan. Suatu produk dibuat dengan tujuan untuk membuat para konsumen puas, sehingga dapat secara kontinu melakukan pembelian atas produk tersebut. 

2. Harga (Price) 

     Harga merupakan sejumlah nilai yang harus dikeluarkan oleh konsumen atas produk yang telah dibeli, dikonsumsi ataupun digunakan. Pada penetapa harga dilakukan oleh pihak penjual dan pihak pembeli melalui kegiatan tawar-menawar atau dapat pula penetapan hanya dilakukan oleh penjual dengan memberi harga yang sama untuk setiap pembeli. 

3. Promosi (Promotion) 

     Promosi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk merayu atau menginformasikan produknya kepada masyarakat luas. Hal ini dilakukan agar dapat mempengaruhi pihak lain agar berpartisipasi dalam kegiatan pertukaran. Strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan media sosial baik facebook, instagram, twitter, website maupun youtube. Selain itu dapat juga dengan menerapkan direct marketing agar perusahaan mampu berkomunikasi langsung oleh buyers luar negeri dalam melakukan kegiatan promosi serta penjualan produk. 

4. Tempat (Place) 

    Tempat atau lokasi meliputi lokasi dan sistem penyampaian yang digunakan dalam memasok produk kepada para konsumen. Ada beberapa ketentuan yang harus di perhatikan saat memilih tempat, salah satunya yaitu dekat dengan jalan raya, hal ini dilakukan agar mempermudah para konsumen saat melakukan pertukaran atau pembelian.  

Arti dan Macam-macam Jasa 

    Jasa merupakan suatu kegiatan yang tidak berwujud serta dapat memberikan manfaat ataupun keputusan yang dapat ditawarkan untuk dijual. Bauran pemasaran pada jasa merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk melakukan kegiatan-kegiatan secara maksimal, sehingga akan mendatangkan hasil yang sangat memuaskan. Pada bauran pemasaran jasa berpengaruh terhadap kepuasan dari para konsumen (Wowor, 2012). 

Ada beberapa pemasaran jasa, diantaranya : 

1. Tubuh manusia Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada tubuh manusia. Contohnya : salon, perawatan dan lain sebagainya. 

2. Barang dan benda fisik lainnya Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada barang ataupun benda fisik lainnya. Contohnya : service, penitipan barang dan lain sebagainya. 

3. Pikiran manusia Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada pikiran manusia. Contohnya : pendidikan, bioskop dan lain sebagainya. 

4. Aset yang tidak berwujud Merupakan suatu jasa yang difokuskan pada aset yang tidak berwujud. Contohnya : asuransi, perbankan dan lain sebagainya.  

Strategi Pemasaran Jasa 

    Strategi pemasaran jasa pada dasarnya merupakan suatu program yang memiliki tujuan serta sasaran serta output selain produk sehingga memiliki nilai tambah bagi konsumennya. Dalam strategi selalu difokuskan terhadap tujuan perusahaan, sumberdaya manusia serta aktivitas yang akan dialokasikan untuk dapat memenuhi peluang serta ancaman yang ada (Putra et al., 2016). Beberapa strategi dalam pemasaran jasa, antara lain :

1. Memberikan layanan efisien

Layanan efisien disini dapat berarti cepat dan tepat, tidak terlalu ribet dan cukup sesuai dengan yang diinginkan konsumen.

2. Meningkatkan kinerja karyawan.

Dalam suatu perusahaan jasa peran karyawan sangatlah krusial, lebih-lebih karyawan marketing. Karena citra karyawan juga menentukan citra perusahaan di mata konsumen.

3. Harga masuk akal

Memberikan harga yang sesuai, dan tidak membeda-bedakan. Dapat mengetahui sikap konsumen, keadaan konsumen memang sangatlah penting, agar konsumen mau menggunakan jasa kita dengan harga yang menurut mereka rasional.

4. Memanfaatkan teknologi

Dijaman modern ini penggunaan teknologi memang sangatlah penting. Penggunaan teknologi ini juga bisa digunakan untuk pemasaran jasa, misalkan dengan mengandalkan marketing atau pemasaran online. 

5. Sesuaikan budaya yang sedang berkembang

Lihatlah budaya, trend yang sedang berkembang sekarang. Karena tentu saja cara pemasaran sekarang dengan 10 tahun lalu berbeda.

Studi Kasus

Pendahuluan :

    PT. Rasa Prima Selaras Palembang merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh PT. Unilever Indonesia sebagai produsen es krim untuk menjual produk tersebut di wilayah Sumatera Selatan khususnya di kota Palembang. Perusahaan tersebut merupakan salah satu faktor penunjang kebutuhan manusia yaitu makanan ringan (snack) dengan kualitas makanan yang baik sehingga konsumen yang membeli merasa puas dan akan membeli lagi serta menjadi pelanggan tetap terhadap produk yang dijual perusahaan tersebut. Selain memiliki strategi, perusahaan juga harus memiliki produk yang baik dan berkualitas. Ada beberapa parameter dalam bauran pemasaran, yaitu lebar, panjang, kedalam, serta konsistensi. Dengan menggunakan parameter tersebut perusahaan mengharapkan dapat memenuhi kebutuhan  konsumen sehingga kepuasan konsumen pun dapat meningkat, apabila konsumen puas maka  menimbulkan consumer loyalty yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.  

Metode Penelitian :

    Penelitian ini menggunakan riset kausal yaitu mencari hubungan sebab akibat antara variabel independent (bauran produk) yang mencakup berbagai aspek yaitu lebar, panjang, kedalaman, dan konsistensi dengan variabel dependent (keputusan konsumen untuk membeli). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei menggunakan kuesioner dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengecer atau outlet/toko yang menjual es krim Wall’s dari PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan penentuan jumlah responden (sampel) sebanyak 56 pengecer atau outlet/toko. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Hasil dan Pembahasan :

    Setelah dilakukan analisis baru dengan menggunakan metode backward maka nilai r square  mengalami perubahan dikarenakan ada variabel yang disingkirkan. Maka keputusan konsumen (pengecer/toko) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang dapat dipengaruhi oleh variabel panjang dan kedalaman lini produk sebesar 28,8%. Berdasarkan persamaan regresi linear berganda dapat diketahui hubungan variabel independen terhadap variabel dependen hanya 2 variabel yang memiliki pengaruh yaitu:
a. Panjang
Koefisien regresi X2 sebesar 0,330 menyatakan bahwa panjang lini produk dapat memberikan pengaruh pada keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima  Selaras Palembang. Sedangkan signifikansinya menunjukkan nilai 0,034, dikarenakan signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan signifikan sehingga variabel panjang lini produk memberikan pengaruh terhadap keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT.
b. Kedalaman
Koefisien regresi X3 sebesar 0,399 menyatakan bahwa kedalaman lini produk dapat memberikan pengaruh pada keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Sedangkan signifikansinya 0,004 yang mana lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan signifikan sehingga variabel kedalaman lini produk memberikan pengaruh terhadap keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang.

Kesimpulan :

Setiap variabel (lebar, panjang, kedalaman, konsistensi) memiliki hubungan terhadap keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Dari hasil analisis empat variabel yang diteliti menggunakan metode backward dinyatakan bahwa hanya dua variabel yang mempengaruhi keputusan konsumen (pengecer) untuk membeli es krim Wall’s pada PT. Rasa Prima Selaras Palembang yaitu variabel panjang lini produk dan variabel kedalaman lini.

Sumber 

Diem, M. J., & Diem, D. A. R. (2001). PENGARUH BAURAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN Studi Kasus: PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Article Journal, 43–48.

 

 

 Daftar Pustaka 

Anam, K. (2013). Strategi pemasaran dan implementasinya dalam lembaga pendidikan. Jurnal Ta’allum, 1(2), 159–161.

Diem, M. J., & Diem, D. A. R. (2001). PENGARUH BAURAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN Studi Kasus: PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Article Journal, 43–48.

Putra, Y. P., Arifin, Z., & Mawardi, M. K. (2016). ANALISIS.STRATEGI,BAURAN PEMASARAN,DALAMlMENINGKATKAN VOLUME.EKSPOR (Studi Pada Bali Pasadena Rattan). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 39(1), 179–184.

Wowor, V. R. (2012). BAURAN PEMASARAN JASA, PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PENGGUNA MOBIL TOYOTA AVANZA VELOZ PT. HASJRAT ABADI MANADO. Jurnal EMBA, 1(4), 1229–1239.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bisnis Kerajinan Tangan

Kerajinan tangan merupakan suatu kerajinan yang dibuat secara sederhana dimana dalam hal ini tidak banyak menggunakan mesin dan memiliki n...